<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>RIAU 2020 - menuju melayu baru</title>
	<atom:link href="http://riau2020.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://riau2020.wordpress.com</link>
	<description>Vision, Idea, and Thought of A New Malay To Share</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 11:00:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='riau2020.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>RIAU 2020 - menuju melayu baru</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://riau2020.wordpress.com/osd.xml" title="RIAU 2020 - menuju melayu baru" />
	<atom:link rel='hub' href='http://riau2020.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>I s l a h</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/25/i-s-l-a-h/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/25/i-s-l-a-h/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 10:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=1027</guid>
		<description><![CDATA[ISLAH berasal dari bahasa Arab shalaha yang berarti baik.  Secara luas islah bermakna memperbaiki hubungan yang sudah rusak sambil meluruskan yang bengkok sehingga bisa diartikan juga sebagai reformasi.  Kata ini mulai sering terdengar ketika dulu orang-orang politik yang berantuk melakukan perdamaian secara esensial, yang secara umum disebut rekonsiliasi. Pertautan kembali berbentuk islah ini biasanya setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1027&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ISLAH </strong>berasal dari bahasa Arab <em>shalaha</em> yang berarti baik.  Secara luas islah bermakna memperbaiki hubungan yang sudah rusak sambil meluruskan yang bengkok sehingga bisa diartikan juga sebagai reformasi.  Kata ini mulai sering terdengar ketika dulu orang-orang politik yang berantuk melakukan perdamaian secara esensial, yang secara umum disebut rekonsiliasi.</p>
<p>Pertautan kembali berbentuk islah ini biasanya setelah terjadi perbedaan pendapat yang cukup jauh, meskipun masih tetap berada dalam koridor ideologi dan <em>platform</em> yang sama seperti kebangsaan, ketuhanan, dan keilmuan.  Kesamaan tujuan dan cita-cita itu membuat yang bertikai merasa perlu bergandengan kembali agar lebih kuat.  Islah dapat menyelesaikan perbedaan yang prinsipil dan memulihkan hubungan para pihak menjadi seperti semula tanpa dendam atau berbuntut panjang, berdasarkan nilai-nilai pokok yang memang sudah disepakati bersama.</p>
<p>Karena itu, islah menuntut beberapa prakondisi yang biasanya lebih sulit mencapainya dibanding islah itu sendiri.  Pertama, para pihak mutlak tetap berada dalam koridor ideologi yang sama, misalnya cita-cita meningkatkan kemaslahatan masyarakat atau NKRI.  Dengan maksud dan tujuan yang sama maka lebih mudah mengeliminir perbedaan.<span id="more-1027"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, para pihak harus sepakat atas referensi yang dipakai sebagai acuan.  Bagi <em>stakeholders </em>Islam misalnya, Rasulullah SAW mengingatkan agar bila terdapat perbedaan pendapat maka kembalikan kepada Allah Swt dan beliau yaitu Al-Quran dan hadits.  Dengan acuan yang sama sepatutnya akan lebih mudah menyatukan persepsi para pihak yang bertikai.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, islah selanjutnya memerlukan akhlak terpuji dari para pihak tersebut.  Apakah para pihak berjiwa besar untuk mengintrospeksi diri dan mau meminta maaf dengan ikhlas pada pihak lain tanpa dialas dengan pembelaan diri?  Apakah memiliki hati yang lapang untuk lebih bersikap memberi dari pada menuntut atau meminta?</p>
<p style="text-align:justify;">Bila ketiga prakondisi ini terpenuhi, Insya Allah selanjutnya akan mudah untuk mencapai kesepakatan-kesepakatan, baik untuk <em>positioning</em> atau pun perencanaan ke depan.  Masing-masing juga akan terbuka terhadap kelebihan dan kekurangan untuk saling mengisi dan memperkuat guna lebih produktifnya upaya mencapai cita-cita bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak hal bisa diselesaikan melalui islah, dengan fasilitasi para tokoh internal.  Karena itu, kita  mestinya malu ketika PSSI menyelesaikan masalah dengan fasilitasi FIFA.  Sebenarnya, jika prakondisi tadi sudah tertanam dalam jiwa kita, pada pemilihan pimpinan organisasi tak akan terjadi “jual kecap” atau <em>black campaign</em> karena malu mematut-matut diri sendiri pantas untuk merebut posisi.  Apadaya, kita sudah dibodohi dengan proses demokrasi barat yang konon beradab padahal hakekatnya merendahkan derajat kemanusiaan.  Jadi, jika bertikai, segeralah islah untuk langkah bersama berorientasi ke depan.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 25 Januari 2012 halaman 4, juga dimuat di Note Facebook <a href="http://www.facebook.com/feizal.karim">http://www.facebook.com/feizal.karim</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/1027/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1027&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/25/i-s-l-a-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A k h l a k</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/a-k-h-l-a-k/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/a-k-h-l-a-k/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 03:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[AKHLAK berasal dari Bahasa Arab khuluq yang artinya perangai; bentuk jamaknya akhlaq yang sebenarnya berkonotasi kelakuan buruk.  Kelakuan yang baik lazim disebut akhlaqul karimah atau akhlaqul mahmudah dengan lawannya kelakuan buruk sebagai akhlaqul madzmudah.  Namun walau tidak tepat pemakaiannya dalam bahasa kita, kata ini sangat esensial bagi manusia. Dengan pemahaman sebagai perangai baik, akhlak merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1024&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">AKHLAK berasal dari Bahasa Arab <em>khuluq</em> yang artinya perangai; bentuk jamaknya <em>akhlaq</em> yang sebenarnya berkonotasi kelakuan buruk.  Kelakuan yang baik lazim disebut <em>akhlaqul karimah</em> atau <em>akhlaqul mahmudah</em> dengan lawannya kelakuan buruk sebagai <em>akhlaqul madzmudah</em>.  Namun walau tidak tepat pemakaiannya dalam bahasa kita, kata ini sangat esensial bagi manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemahaman sebagai perangai baik, akhlak merupakan  manifestasi <em>ultimate</em> dari syariat dalam kehidupan kita.  Orang bisa mengaku beriman, berilmu, dan banyak beramal-ibadah namun tidak dapat dikatakan sempurna bila belum berakhlak mulia (<em>akhlaqul karimah</em>).  Bahkan Nabi SAW sendiri dipuji dan dikagumi bukan karena banyak beribadah sampai kakinya bengkak akibat lama berdiri waktu shalat tahajjud tapi karena keutamaan akhlaknya; ketika masih berumur 13 tahun sudah digelari <em>al-amin</em> yang bermakna dapat menjaga hak orang.<span id="more-1024"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Secara asasi berdasarkan <em>instink</em>, manusia sudah memiliki akhlak yang baik walaupun relatif atau nisbi.  Suku-suku terisolir yang tidak mengenal ajaran agama langit pun tahu bahwa mencuri itu tidak baik menurut akhlak di lingkungan mereka.  Sejak dulu kita juga diajarkan untuk tidak memberikan atau menerima sesuatu dengan tangan kiri tapi ini biasa bagi orang barat.  Bagi mereka membuang ingus ketika makan biasa saja tapi akan jadi masalah kalau batuk atau bersin yang semuanya bernilai terbalik bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, akhlak yang nisbi yang sebelumnya sudah ada atau yang sudah melenceng, disempurnakan oleh Nabi SAW berdasarkan ajaran Ilahiah.  Syari’at mengajarkan secara mutlak dan universal nilai-nilai akhlak manusia yang  berlaku dalam segala hal dan keadaan.  Akhlak yang mulia juga tanpa syarat kepentingan atau atas dasar keuntungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak contoh yang dapat dikemukakan.  Akhlak makan dan minum dengan tangan kanan dan tidak sambil berdiri adalah agar tidak meniru cara-cara syetan sehingga perlu modifikasi dalam penggunaan garpu dan <em>standing party, </em>kecuali kalau mau berperilaku seperti syetan.  Seseorang yang menemukan uang yang bukan miliknya tetap tidak boleh menggunakannya meskipun sedang lapar; perilaku seperti Robin Hood yang merampok untuk membantu orang juga bukan akhlak terpuji.  Karena itu prinsip politik praktis “Tidak ada kawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan yang abadi” sebenarnya sangat tercela tapi malah dibanggakan.  Mungkin ada pula orang ketika kuat berlaku zalim lalu saat tidak bisa bertahan lagi, untuk pencitraan publik segera berbalik seakan-akan tak pernah terjadi apa-apa.  Namun, bagaikan berperilaku syetan, ia tetap tidak sadar apalagi meminta maaf.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia harusnya bukan berperilaku “Jatuh di mata dipicingkan, jatuh diperut dikempiskan” tapi berakhlak terpuji tiap saat berdasarkan nilai-nilai Ilahiah yang mutlak dan universal.  Marwah dan kemuliaan manusia ditunjukkan oleh akhlaknya, kecuali jika ingin dikenang sebagai syetan.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 18 Januari 2012 halaman 4, juga dimuat di Note Facebook <a href="http://www.facebook.com/feizal.karim">http://www.facebook.com/feizal.karim</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/1024/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1024&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/a-k-h-l-a-k/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>B o b o t</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/b-o-b-o-t/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/b-o-b-o-t/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 03:30:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=1018</guid>
		<description><![CDATA[BOBOT yang banyak digunakan dalam kultur Jawa artinya besaran dari sesuatu nilai yang melekat pada orang atau benda.  Besi lebih besar bobotnya dari pada kayu karena dengan bentuk dan ukuran yang sama, besi lebih berat.  Orang dikatakan berbobot bila ia mempunyai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang lebih baik dari orang awam. Kata ini bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1018&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">BOBOT yang banyak digunakan dalam kultur Jawa artinya besaran dari sesuatu nilai yang melekat pada orang atau benda.  Besi lebih besar bobotnya dari pada kayu karena dengan bentuk dan ukuran yang sama, besi lebih berat.  Orang dikatakan berbobot bila ia mempunyai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang lebih baik dari orang awam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata ini bisa pula digunakan untuk yang maya berupa capaian ilmu hasil penelitian, kemapuan, atau prestasi.  Ceramah yang disampaikan dengan sistematis, jelas, informatif, padat dengan argumentasi dan kesimpulan baru dikatakan sebagai berbobot atau berkualitas , berikut juga penyampainya.  Capaian seseorang bisa dikatakan berbobot jika tidak hanya sekedar hal yang “remeh-temeh” tetapi bisa berpengaruh besar pada orang lain atau lingkungannya yang memang relative sulit mengukurnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhir tahun atau awal tahun baru seperti sekarang ini, bobot menjadi penting ketika orang mengevaluasi capaian kerja (kinerja) pribadi atau kolektif kelembagaan.  Yang paling banyak dihitung-hitung adalah bobot dari suatu pekerjaan atau beban tugas yang tenggat waktunya berakhir sama dengan tahun kalender.  Capaian bobot dalam persen ini lazim untuk mengukur kinerja dibandingkan dengan rencana atau beban yang diberikan.<span id="more-1018"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suatu kegiatan yang berkaitan dengan pembiayaan, bobot dihitung secara tertimbang yang biasanya sejalan tapi tidak sama dengan nilai biayanya.  Suatu kegiatan yang terdiri dari lima komponen A sampai E dengan nilai masing-masing misalnya, capaiannya dihitung berdasarkan nilai tertimbang komponennya.  Misalnya nilai suatu kegiatan Rp 1.000,- dengan nilai komponen A Rp 100,- (berarti tertimbang 10% terhadap keseluruhan)  dan jika dapat diselesaikan semua maka progres atau kinerja komponen A 100%.  Lalu andaikan nilai komponen B Rp 200,- (tertimbang 20 persen, misal selesai 90%), C Rp400,- (terimbang 40%, selesai 90%), D Rp 250,- (tertimbang 25%, selesai 80%), dan E Rp50,- (tertimbang 5% selesai 100%), maka bobot capaian kegiatan bukan jumlah tiap-tiap capaian dibagi lima yaitu (100+90+90+80+100)%/5= 92%.  Bobot yang benar adalah jumlah dari nilai tertimbang dikali progres masing-masing komponen yaitu (10&#215;100+20&#215;90 +40&#215;90+25&#215;80+5&#215;100)%=89%, yang nilainya lebih rendah tapi benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Hitungan ini sebenarnya mudah tapi kadang orang kurang peduli atau salah yang tak diketahui apa karena sengaja untuk menampilkan kinerja yang lebih tinggi.  Seorang professional yang mengusung prinsip amanah, tepat, dan jujur tentu menghitung kinerjanya dengan cara tertimbang atau bobot karena padanya terbawa bobot pribadinya.  Ia lebih menghargai hasil evaluasi yang tidak manipulatif guna masukan pada kebijakan selanjutnya, selain untuk menghindarkan pembohongan publik jika menyangkut kepentingan umum.  Semoga kita termasuk orang-orang yang jujur pada diri sendiri dan orang banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 11 Januari 2012 halaman 4, juga dimuat di blog http://riau2020.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/1018/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/1018/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/1018/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1018&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/b-o-b-o-t/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cuci Tangan</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/cuci-tangan/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/cuci-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 03:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=1011</guid>
		<description><![CDATA[CUCI TANGAN secara fisik baik-baik saja karena membersihkan tangan dari kotoran, terlepas dari penyebabnya.   Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk mencuci tangan sebelum makan dan tidur yang dalam manifestasi Ilahiah berupa wudhu.  Namun bila seseorang mencuci tangan berulang-ulang tanpa penyebab yang pantas maka bisa jadi bersifat psikis, Ada orang yang mencuci tangannya tiap beberapa waktu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1011&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">CUCI TANGAN secara fisik baik-baik saja karena membersihkan tangan dari kotoran, terlepas dari penyebabnya.   Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk mencuci tangan sebelum makan dan tidur yang dalam manifestasi Ilahiah berupa wudhu.  Namun bila seseorang mencuci tangan berulang-ulang tanpa penyebab yang pantas maka bisa jadi bersifat psikis,</p>
<p style="text-align:justify;">Ada orang yang mencuci tangannya tiap beberapa waktu, apalagi jika sudah bersalaman atau bersentuhan dengan benda-benda yang bukan dalam kendali dia.  Baginya <em>washtafel</em> di kantor atau di rumah mutlak harus bersih dan lengkap.  Orang ini memang dari keluarga yang sangat pembersih dan bahkan ketika kecil dia digendong ke sekolah jika jalan becek.<span id="more-1011"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang dokter juga mengisahkan seorang temannya yang sering mencuci tangan karena masalah psikis.  Dulu, ketika kuliah kerja nyata di sebuah desa yang banyak binatang haram, temannya itu tiap sebentar mencuci tangan karena dalam persaannya tangannya tercemar.  Sang dokter terpaksa jadi <em>personal assistant</em> untuk memberitahu mana yang bersih dan yang kotor serta menjelaskan bahwa terlalu sering mencuci tangan, apalagi dengan sabun, bisa menyebabkan iritasi kulit yang mengundang penyakit lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang tak kalah penting adalah cuci tangan dalam arti kiasan.  Ini ditamsilkan pada orang yang sudah melakukan keburukan atau tidak memenuhi kewajiban lalu <em>ngeles</em> bahwa dia tidak melakukannya.  Entah bagaimana <em>asbabunnuzul </em>perumpamaan ini, orang itu dikatakan sebagai tidak bertanggung-jawab atau lebih buruk lagi sebagai pengkhianat bila menimpakan kesalahan itu pada temannya berbuat.  Sebagai contoh, seorang pencuri ternak yang lalu membantainya tentu tangannya akan berlumuran darah yang kemudian ia cuci untuk menghilangkan jejak.  Bisa pula sejak awal ia sudah mengatur agar tidak ada bukti di keliling dirinya meskipun ia menikmati hasil yang paling banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Apapun, cuci tangan dalam arti kiasan berkonotasi negarif.  Mungkin saja ada rekan kerja yang melakukan sesuatu kecurangan dengan alibi yang lihai.  Bisa juga pihak <em>superordinate</em> tidak hanya sekedar mengambil muka pada atasan tapi mengelak dari suatu kesalahan yang juga tanggungjawabnya dan menjatuhkannya pada <em>underordinate</em>.  Bukan tak mungkin pula orang menyuruh kita melakukan sesuatu keburukan tanpa sadar bahwa ekses dan implikasinya akan jatuh hanya ke kita.  Ketika itu berkaitan dengan hukum, meski yang menyuruh mendapat bagian terbesar (<em>lion’s share</em>), hanya tinggal si bodoh yang bersembunyi di balik sehelai daun lalang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, untuk menghindari seringnya cuci tangan secara fisik dan dalam arti kiasan, pagari lah diri dengan kebersihan hati, diri, badan, keluarga, dan lingkungan.  Banyak cara yang dapat ditempuh tapi wudhu adalah salah satu cara yang jitu.  Orang yang menjaga wudhunya, Insya Allah akan terhindar dari keburukan dan sifat jahat karena akan bersama kawan-kawan yang juga bersih lahir batin serta senantiasa ingat Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 4 Januari 2012 halaman 4, juga dimuat di blog http://riau2020.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/1011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/1011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/1011/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1011&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/cuci-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Toleransi</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/toleransi/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/toleransi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[Toleransi dikaitkan dengan kemampuan sesuatu untuk dapat menerima kelebihan atau kekurangan dari suatu keadaan ideal atau yang diharapkan, tanpa merubah atau mengganti karakteristik aslinya.  Toleransi menjadi suatu topik penting mengingat tidaklah mudah dan sederhana untuk mendapatkan suatu keadaan ideal dan suatu lingkungan yang memberikan masukan yang senantiasa beragam.  Perihal yang sekarang banyak digunakan untuk lingkup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1007&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Toleransi dikaitkan dengan kemampuan sesuatu untuk dapat menerima kelebihan atau kekurangan dari suatu keadaan ideal atau yang diharapkan, tanpa merubah atau mengganti karakteristik aslinya.  Toleransi menjadi suatu topik penting mengingat tidaklah mudah dan sederhana untuk mendapatkan suatu keadaan ideal dan suatu lingkungan yang memberikan masukan yang senantiasa beragam.  Perihal yang sekarang banyak digunakan untuk lingkup sosial budaya ini, semula banyak digunakan dalam <em>science </em>dan teknologi.</p>
<p style="text-align:justify;"> Sebagai contoh, tegangan listrik 220 volt dipakai sebagai patokan bagi satu pabrik peralatan rumah tangga.  Akan tetapi karena berbagai sebab, sering terjadi tegangan itu naik atau turun yang untuk contoh ini misalnya anggaplah sekitar 10 volt, sehingga pabrik itu memberikan kemampuan pada peralatan produksinya untuk menerima fluktuasi voltase sebesar 10 volt itu tanpa mengganggu fungsi atau merusak alat tersebut.  Kemampuan peralatan untuk menahan perbedaan tegangan listrik itu disebut sebagai toleransi peralatan terhadap tegangan listrik.</p>
<p style="text-align:justify;"> Pemahaman yang sama dapat diberlakukan pula dalam lingkungan sosial-budaya dan interaksi manusia, meskipun kelihatan ada sedikit perbedaan persepsi dalam implementasinya. Wikipedia  menyebutkan bahwa toleransi yang juga istilah dalam konteks agama, partai politik, dan orientasi seksual, adalah “sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam masyarakat.”   Sebagai contoh diberikan toleransi beragama yaitu penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya.<span id="more-1007"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Entah siapa yang berkontribusi pada pengertian Wikipedia itu, pemahaman demikian terasa ada pembelokan dan mendikotomikan anatara kelompok mayoritas dan minoritas.  Sebenarnya toleransi yang sampai pada sikap atau perbuatan yang diskriminatif terhadap kelompok yang berbeda adalah pengertian yang sangat didramatisir yang jika ada dalam prakteknya perlu pembuktian yang objektif.  Pengertian Wikipedia itu juga mempertentangkan antara kelompok mayoritas dengan minoritas, dengan konotasi bahwa ada perilaku pihak mayoritas yang merugikan keberadaan kelompok minoritas yang tentunya harus dilihat <em>case by case</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"> Di Indonesia sangat menonjol masalah toleransi beragama yang sering disalahartikan.  Kelompok Islam sebagai mayoritas tentu mengakui keberadaan kepercayaan lain karena Nabi Muhammad SAW memberikan banyak contoh berinteraksi dengan, sangat toleran pada ajaran, dan bahkan melindungi ummat lain.  Akan tetapi memang ada demarkasi berupa akidah yang ketat dan toleransi tidak boleh merubah atau merusak kepercayaan asasi.  Itu lah sebabnya dulu ketika diminta untuk membolehkan merayakan natal atas nama toleransi, Buya Hamka memilih mundur dari Ketua MUI; bukan karena tidak toleran atau tidak mengakui eksistensi ummat lain tapi alasan akidah.  Mudah-mudahan kita bisa saling mengerti dan tetap rukun dalam NKRI.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 28 Desember 2011 halaman 4, juga dimuat di blog http://riau2020.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/1007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/1007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/1007/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1007&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/toleransi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thaghut</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/thaghut/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/thaghut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[Thaghut mungkin kata yang jarang kita dengar atau pakai meskipun maknanya banyak di sekitar kita.  Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ustaz Bachtiar Nasir dalam kolom konsultasi agama di sebuah media nasional, kata yang berasal dari Bahasa Arab thughyan ini berarti melampaui batas.  Secara terminologi thaghut bermakna sesuatu yang disembah selain Allah Swt. dan setiap pemimpin kesesatan adalah thaghut.  Ada beberapa lagi penjelasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1005&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Thaghut</em> mungkin kata yang jarang kita dengar atau pakai meskipun maknanya banyak di sekitar kita.  Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ustaz Bachtiar Nasir dalam kolom konsultasi agama di sebuah media nasional, kata yang berasal dari Bahasa Arab <em>thughyan</em> ini berarti melampaui batas.  Secara terminologi <em>thaghut </em>bermakna sesuatu yang disembah selain Allah Swt. dan setiap pemimpin kesesatan adalah <em>thaghut</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"> Ada beberapa lagi penjelasan makna kata ini.  Menurut Ibnu Jarir al-Thabari, <em>thaghut</em> adalah sesuatu yang melampaui Allah sehingga ia disembah di sampingNya.  Bisa karena paksaan ataupun ketaatan,<em>thaghut</em> dapat berupa manusia, setan, patung, atau lainnya.  Ibnu Taimiyyah mendefenisikannya sebagai sesuatu yang disembah selain Allah dan yang disembah itu menerima dan tidak menolaknya.  Menurut Ibnu al-Qayyum, thaghut adalah apa saja yang diperlakukan hamba secara melampaui batas; disembah, diibadahi, diikuti, atau ditaati.</p>
<p style="text-align:justify;"> Dari penjelasan itu dapat kita fahami bahwa segala sesuatu selain Allah yang disembah, diibadahi, atau ditaati secara melampaui batas dan ia menerima atau bahkan menuntut perlakuan itu maka ia adalah <em>thaghut</em> yang sudah jelas suatu kesesatannya sebagaimana kelakuan Fir’aun dulu.  Sesembahan atau yang biasa disebut tuhan itu adalah sesuatu yang melebihi pengaruh lainnya atau mendominasi atas diri si penyembahnya.  Sebagai makhluk, kedua pihak sembah-menyembah ini sesat karena telah mengambil hak dan sifat Sang Khaliq sebagai satu-satunya zat yang boleh disembah.<span id="more-1005"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak yang menyebutkan bahwa <em>thaghut</em> ini dapat kita jumpai antara lain dalam bentuk syetan (dari bangsa jin atau manusia), penguasa yang zalim, orang yang memutuskan sesuatu dengan selain apa yang telah Allah turunkan, orang yang mengaku mengetahui hal yang ghaib selain Allah, dan orang yang diibadati selain Allah dan dia ridha dengan peribadatan itu.<strong>  </strong>Yang dianggap lebih berbahaya adalah manusia yang mempunyai kuasa untuk membuat dan menjalankan undang-undang atau aturan yang memangkas ketentuan-ketentuan Ilahiah dengan penuh kamuflase dan biasanya lengkap dengan para pendukung yang yang mengalu-alukannya.</p>
<p style="text-align:justify;"> Dalam kehidupan duniawi hari ini, memang cukup sulit untuk mengidentifikasi dan mengelakkan keterlibatan kita dengan <em>thoghut</em> modern.  Sebuah contoh sederhana, ketika rapat dengan seorang bos yang galak, kita sering tidak berani menyatakan kebenaran jika dijangka akan berbeda pendapat dengan sang bos.  Bahkan ketika sampai waktu istirahat untuk makan atau shalat, kita tidak berani untuk meninggalkan rapat.</p>
<p style="text-align:justify;"> Lemahnya diri kita untuk membedakan antara pengabdian pada Sang Pencipta dengan kepatuhan pada <em>thaghut</em> menuntut kewaspadaan agar tidak mematuhi atau mendukungnya sehingga ikut masuk ke golongan orang yang sesat.  Semoga kita senantiasa berada di jalan yang lurus.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 21 Desember 2011 halaman 4, juga dimuat di blog http://riau2020.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/1005/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=1005&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/19/thaghut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelit</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/pelit/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/pelit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Pelit yang memiliki sinonim kikir, cekel, lokek, medit, kedekut, bakhil, dan mungkin ada lagi, berarti sifat tidak suka memberi.  Dalam arti ini berarti ada sesuatu, baik berbentuk fisik atau materil maupun abstrak, yang berpindah dari pihak yang memberi kepada yang menerima seperti uang, makanan, ilmu, perhatian, dan sebagainya.  Dalam batasan ini memang sederhana tapi sifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=993&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pelit yang memiliki sinonim kikir, cekel, lokek, medit, kedekut, bakhil, dan mungkin ada lagi, berarti sifat tidak suka memberi.  Dalam arti ini berarti ada sesuatu, baik berbentuk fisik atau materil maupun abstrak, yang berpindah dari pihak yang memberi kepada yang menerima seperti uang, makanan, ilmu, perhatian, dan sebagainya.  Dalam batasan ini memang sederhana tapi sifat ini punya sisi-sisi dan kaitan dengan hal lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih jauh, sifat pelit ini dapat kita temukan dalam suatu spektrum yang kurang lebih begini.  Pertama, walaupun mampu tapi tidak mau memberikan sesuatu yang ia sukai kepada orang lain yang juga memerlukannya.  Ke dua, tidak mau memberi meski yang ia punyai  itu sudah tidak diperlukannya lagi.  Ke tiga, ingin dapat sesuatu bukan dari dirinya sendiri meski ia mampu tapi dari orang lain.  Ke empat, ia mau sesuatu keperluan yang ada pada orang lain pindah ke tangannya.  Pada kelompok yang terakhir ini sangat terasa munculnya sikap yang lebih buruk.</p>
<p style="text-align:justify;">Sifat pelit atau kikir ini muncul ketika orang tidak berpegang pada iman bahwa riski itu sudah ditentukan dan bisa datang dari mana saja, termasuk riski orang bisa turun melalui dirinya.  Menarik bila kita kombinasikan dengan apa yang diungkapkan Mang Jazi (jazi.blogdetik.com); seorang yang pelit lebih dikuasai oleh nafsu pada harta benda, kekuasaan, individualisme, egoisme, keinginan untuk mendominasi, penilaian kehidupan ini dengan materi, dan sebagainya sehingga menutupi mata hatinya.  Kata pelit itu sendiri mengandung makna mandeg, tidak berprogres, dan ibarat sebatang pohon yang tidak berbuah atau tidak mendatangkan manfaat bagi orang di sekitarnya. Padahal hakikat keberadaan manusia adalah untuk saling mengasihi, berbagi, bekerjasama, membangun, saling memberi manfaat, dan bahu membahu yang berhadapan dengan bisikan syetan agar manusia takut jatuh miskin.<span id="more-993"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi sering pula orang tidak bisa membedakan pelit dengan hemat dan adil atau proporsional.  Yang Maha Kaya memang mencela sikap boros yang diimplementasikan dengan hidup hemat yaitu mengatur hartanya agar produktif dan memperhatikan masa depan, tanpa melupakan kewajiban untuk mengeluarkan hak orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak pula kita jumpai ambiguitas pelit versus pemurah ini di sekeliling kita yang sudah lumrah.  Seorang pejabat akan dicap pelit ketika tidak mau memberi sesuatu yang bukan haknya seperti perintah perjalanan dinas yang tidak efektif, sumbangan yang bukan dari dompetnya, menerima pegawai secara nepotisme, memenuhi kepentingan pribadi atau golongan dengan fasilitas Negara, mengadakan pesta dengan biaya kantor, membelikan tiket pesawat keluarga dibebankan ke kantor, dan sebagainya.  Sebaliknya orang yang merasa tidak pelit meskipun dia memberikan sesuatu yang bukan haknya seperti seorang menteri yang menyumbang dengan uang Negara tapi mengatasnamakan dirinya.  Semuanya tentu kembali pada keimanan masing-masing, termasuk kesiapan menerima jika orang menganggap kita pelit. Allah Maha Tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 14 Desember 2011 halaman 4, juga dimuat di blog http://riau2020.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/993/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/993/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/993/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=993&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/pelit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensitif</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/sensisif/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/sensisif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[Sensitif berkaitan dengan fungsi; seberapa cepat dan peka menerima rangsangan, misalnya seismograf yang mendeteksi getaran.  Ia bisa pula berarti sifat yang mudah membangkitkan emosi seperti isu SARA.  Pada diri kita fungsi ini lebih berkaitan dengan rasa sesuai dengan sifat dan misi manusia di muka bumi. Sejak awal kejadiannya, manusia sudah dimaksudkan untuk menjadi khalifah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=991&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sensitif berkaitan dengan fungsi; seberapa cepat dan peka menerima rangsangan, misalnya seismograf yang mendeteksi getaran.  Ia bisa pula berarti sifat yang mudah membangkitkan emosi seperti isu SARA.  Pada diri kita fungsi ini lebih berkaitan dengan rasa sesuai dengan sifat dan misi manusia di muka bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak awal kejadiannya, manusia sudah dimaksudkan untuk menjadi khalifah di muka bumi, yaitu menjadi pemimpin dari berbagai makhluk lain yang lebih tidak sempurna.  Sangat tercela jika manusia saling menumpahkan darah dan membuat kerusakan di muka bumi sebagaimana yang dikhawatirkan oleh para malaikat karena secara tegas Allah Swt menyatakan bahwa manusia diciptakan untuk mengabdi kepadaNya.  Artinya, melalui peran dan fungsi kodratinya, manusia dituntut untuk mengikuti perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam konteks inilah kita dapat merasakan apakah sebagai manusia, kita cukup sensitif atau <em>ndableg</em>.   Ketika melihat sesuatu apakah seismograf batin kita bergetar atau ketika mendengar kata-kata apakah osiloskop nurani kita menangkap sinyal maknanya atau resonansi yang mengikutinya?  Ketika kita melihat sesuatu kebaikan apakah kita sekedar memuji pelakunya dengan berapi-api, bahkan sampai memberi <em>award</em>, atau dapat menjadikannya sebagai stimulan atau asupan introspeksi pada barometer batiniah kita?<span id="more-991"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kepekaan atau sensitivitas batiniah ini pasti tidak timbul demikian saja kecuali ditempah dengan keilmuan, diasah pada batu keimanan, dan dinyalakan menggunakan amalan.  Dengan ilmu manusia dapat mencari, memengerti, dan memilih yang baik dan buruk bagi mereka sehingga ketika peduli dan mengamalkannya berdasarkan iman kepada Allah Swt maka akan menjadi pengabdian dan bernilai ibadah.  Berbeda dengan naluri manusia primitif yang juga mengerti kebaikan, sifat sensitif yang kita kejar berlandaskan nilai-nilai Ilahiah tadi yang akan membawa keutamaan dan kemuliaan dalam kehidupan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin dengan keyakinan teguh dan usaha keras kita sudah berhasil mencapai taraf kehidupan keluarga yang sejahtera secara materil dan sosial.  Di &#8220;zona aman&#8221; kita dapat menjalani kehidupan dengan baik, banyak ibadah, dan mensejahterakan anak-isteri.  Namun itu belum cukup bila di depan mata kita masih terpapar permasalahan yang merusak kemuliaan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sensitifkah kita terhadap masalah tetangga, lingkungan, sanak-famili, dan masyarakat?  Apa kita<em>concern</em> dengan masjid yang lengang atau keluarga yang tidak menutup aurat?  Apa pula pikiran kita ketika melihat seorang miskin dari mobil yang harganya tak terjangkau olehnya meski ia kerja seumur hidup?  Sensitifkah dengan para remaja yang tidak produktif tapi berleha-leha, foya-foya, trek-trekan, mejeng sampai pagi, bergaul bebas, dan berperilaku negatif-hedonistis di depan mata kita?  Mudah-mudahan Allah mengampuni dan kita tidak termasuk orang yang lalai.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 7 Desember 2011 halaman 4, juga dimuat di blog http://riau2020.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/991/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=991&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/sensisif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muhasabah</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/muhasabah/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/muhasabah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=988</guid>
		<description><![CDATA[MUHASABAH dari kata Arab yang kurang lebih berarti introspeksi, mawas diri, atau evaluasi.  Langkah ini untuk meneliti dan menghitung-hitung perbuatan baik atau amal yang sudah kita kumpulkan dan sebanyak apa pula pelanggaran yang sudah kita lakukan.  Meski muhasabah seyogyanya dilakukan tiap hari dan tiap saat, pemakaiannya sering dikaitkan dengan pergantian tahun Hijriah yang kali ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=988&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">MUHASABAH dari kata Arab yang kurang lebih berarti introspeksi, mawas diri, atau evaluasi.  Langkah ini untuk meneliti dan menghitung-hitung perbuatan baik atau amal yang sudah kita kumpulkan dan sebanyak apa pula pelanggaran yang sudah kita lakukan.  Meski muhasabah seyogyanya dilakukan tiap hari dan tiap saat, pemakaiannya sering dikaitkan dengan pergantian tahun Hijriah yang kali ini 1 Muharram 1433 bersamaan dengan Sabtu 26 November lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi masih banyak kita jumpai pergantian tahun Hijriah yang diisi dengan kegiatan yang malah melenceng berupa ritual baru atau pengeramatan sesuatu.  Banyak orang melakukan ritual yang kesannya baik-baik saja namun sebenarnya itu adalah ritual baru yang diada-adakan.  Tidak kurang pula yang memperebutkan makanan atau hasil bumi yang dianggap akan memberikan berkah jika memakannya dan ada pula menjadikan momentum tahun baru Hijriah ini untuk memamerkan dan memandikan benda-benda yang dikeramatkan seperti keris (bahkan seekor kerbau!) yang tentunya jauh dari maksud muhasabah atau perhitungan yang dianjurkan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Disinilah pentingnya perhitungan itu mengacu pada referensi yang <em>valid</em> dan <em>commonly accepted</em> yang akan sempurna bila menggunakan tolok ukur Ilahiah.  Bagi seorang Muslim, acuan yang mutlak adalah firman Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad SAW untuk melakukan evaluasi diri.   Seorang Muslim senantiasa dingatkan untuk melakukan muhasabah (QS 59: 18) yang secara umum berkaitan dengan umur, harta, kesempatan dan waktu; mengenal yang baik dan buruk atau yang ada di antara keduanya (subhat) sehingga dapat diketahui sejauhmana semuanya sudah digunakan untuk beribadah kepada Allah dan untuk kemaslahatan orang lain.<span id="more-988"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang Umar bin Khattab bahkan memuhasabah dirinya setiap malam, mengevaluasi apa yang sudah dilakukan siang harinya dan merencanakan apa yang akan dikerjakannya esok hari.  Muhasabah juga mengandung pengertian sibuk dengan menyadari dan memperbaiki kesalahan atau aib diri sendiri dan tidak mencari-cari kesalahan orang lain karena kita seseorang menutup aib orang lain maka Allah akan menutup aibnya.  Hal ini juga akan membantu membebaskan kita dari kesombongan diri yang sangat dimurkaiNya.  Rasulullah SAW juga mengingatkan: “Raihlah lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk, sehat sebelum sakit, dan hidup sebelum mati.”</p>
<p style="text-align:justify;">Muhasabah masih perlu dilengkapi dengan tindak lanjut yang menyempurnakan hasilnya yaitu:<em>muraqabah</em> (pengawasan), <em>mu’aqabah</em> (sanksi), dan <em>mu’atabah ala ‘ala al-nafs</em> (mengkritik pada diri sendiri), yang semuanya sejalan dengan manajemen modern.  Bila sudah baik maka dapat meningkatkan diri atau sebaliknya segera taubat yakni menyadarinya dan meminta ampunan dengan tidak melakukannya lagi yang diiringi dengan banyak melakukan kebaikan.  Semoga kita termasuk orang yang mau memperbaiki diri.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 30 November 2011 halaman 4, juga dimuat di blog http://riau2020.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/988/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=988&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/muhasabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Otomotif</title>
		<link>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/otomotif/</link>
		<comments>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/otomotif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riau2020</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riau2020.wordpress.com/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[OTOMOTIF mengadopsi kata asing automotive yang berarti berkaitan dengan (teknologi) kendaraan bermotor yang dapat bergerak dengan tenaganya sendiri.  Kendaraan adalah salah salah satu perlengkapan penting dalam kehidupan manusia sejak zaman para Nabi yang masih berupa binatang, sebagaimana diungkapkan dalam kita suci.  Fungsi itu tidak berubah sampai zaman modern ini dimana terjadi revolusi teknologi kendaraan dan alat angkutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=984&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">OTOMOTIF mengadopsi kata asing <em>automotive</em> yang berarti berkaitan dengan (teknologi) kendaraan bermotor yang dapat bergerak dengan tenaganya sendiri.  Kendaraan adalah salah salah satu perlengkapan penting dalam kehidupan manusia sejak zaman para Nabi yang masih berupa binatang, sebagaimana diungkapkan dalam kita suci.  Fungsi itu tidak berubah sampai zaman modern ini dimana terjadi revolusi teknologi kendaraan dan alat angkutan sejak James Watt menemukan mesin uap tahun 1765 dan Karl Benz membuat mobil pertama yang berbahan bakar minyak tahun 1885.</p>
<p style="text-align:justify;">Penemuan itu dengan kentara telah merubah wajah dunia.  Manusia tidak lagi sekedar menempuh<em>track</em> alamiah tapi sudah melalui jalan-jalan yang dibuat dengan baik dengan permukaan yang makin mulus dan kuat memikul beban.  Jauhnya daya jelajah kendaraan bermotor membuat mobilitas orang dan barang juga bertambah yang pada gilirannya meningkatkan kebutuhan kendaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Data Gaikindo, asosiasi produsen otomotif kita, menunjukkan bahwa penjualan kendaraan di Indonesia sampai dengan Oktober 2011 mencapai 745.599 unit; <em>year on year</em> meningkat 19,21 persen.  Ketua Gaikindo menargetkan jumlah penjualan tahun 2011 sebesar 850.000 unit, sebelum terjadi banjir di Thailand yang sangat mempengaruhi industri mobil dan komponennya.  Bila tak ada banjir itu, ia memperkirakan angka itu akan jauh lebih besar.<span id="more-984"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Keadaan ini menunjukkan bahwa manusia Indonesia makin mengandalkan dan tergantung pada mobil.  Bahkan untuk sementara orang, khususnya mereka yang waktunya banyak habis di jalan karena berbagai sebab, mobil tidak hanya sebagai alat angkutan tetapi sudah bagaikan tempat tinggal kedua.  Ini memunculkan jenis-jenis mobil mewah dan nyaman yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan asesori yang bagi sementara orang tidak terjangkau dan mengherankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih mudah pula menemukan orang yang senang mengoleksi mobil mewah tanpa risih.  Secara rasional cukup sulit memahami ia memakai suatu mobil berdasarkan <em>trend</em> atau sekedar mode; sesuai dengan <em>event</em>, suasana, atau pakaian.  Merek dan jenis mobilnya dipilih yang eksklusif dengan harga sepuluh dijit dan bahkan asesori satu mobilnya seperti kaca film, <em>sound system</em>, LCD, GPS, <em>cool box</em>, jok, lampu tambahan, <em>shock breaker</em>, <em>muffler</em>, <em>velg</em> dan ban ceper bisa lebih mahal dari biaya hidup tetangganya atau uang kuliah dan kost anak mereka setahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang, tidak salah <em>hobby</em> otomotif selama menjurus ke keahlian dan produktif.  Utak-atik otomotif bisa menjadikan sebuah mobil yang rusak atau antik jadi bernilai dan bermanfaat lagi.  Namun ketika kesenangan itu lebih bersifat konsumtif-materialis-hedonis maka itu bisa jatuh ke sikap bermegah-megah, mubazir, egoisitis, atau asosial yang dicela Sang Pencipta nan Maha Kaya.  <em>Naudzubillah</em>, semoga kita termasuk kelompok orang yang diridhoi Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">(Sudah dimuat pada kolom Makna di Harian Riau Pos hari Rabu tanggal 23 November 2011 halaman 4, juga dimuat di blog http://riau2020.wordpress.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riau2020.wordpress.com/984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riau2020.wordpress.com/984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riau2020.wordpress.com/984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riau2020.wordpress.com/984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riau2020.wordpress.com/984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riau2020.wordpress.com/984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riau2020.wordpress.com/984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riau2020.wordpress.com/984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riau2020.wordpress.com/984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riau2020.wordpress.com/984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riau2020.wordpress.com/984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riau2020.wordpress.com/984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riau2020.wordpress.com/984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riau2020.wordpress.com/984/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riau2020.wordpress.com&amp;blog=5380696&amp;post=984&amp;subd=riau2020&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riau2020.wordpress.com/2012/01/18/otomotif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea0082ae2457089553913dbc617d22ef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riau2020</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
