Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2010

Belajar dari Lutut Ayam?

Lutut adalah suatu organ penting kita, juga bagi binatang yang memilikinya di kaki.   Lutut jarang jadi perhatian kecuali fungsinya sebagai engsel kaki terganggu, bisa karena aus atau cedera.  Pada Sabtu long weekend ini, saya mendapat pencerahan baru dari kultum (kuliah tujuh menit) sehabis sholat subuh yang berangkat dari perihal lutut ini sehingga rasanya sayang jika kita tidak berbagi kandungan isinya.

Kultum di Masjid Jabal Rahmah, Bojong Koneng, Bandung ini disampaikan bukan oleh ulama atau ahli agama tapi oleh seorang jamaah yang memang sudah diatur secara bergantian dan sukarela.  Meskipun isinya bukan suatu pelajaran agama yang mendalam berdasarkan dalil-dalil yang lengkap tapi tetap sarat nilai-nilai asasi dan humanistik berdasarkankan pengalaman nyata (true story) dari jamaah pemberi kultum tersebut.  Ada dua topik yang  disampaikannya yang Insya Allah berguna buat kita semua: pertama tentang lutut dan kedua adalah aspek spiritual dalam berusaha.

Pada tulisan ini, pertama akan disampaikan kutipan cerita si pemberi kultum itu tentang mimpi seorang temannya (yang kita namakan saja Hidayatullah) sebelum menjadi muallaf.  Suatu malam Hidayatullah mimpi berjumpa dan bercakap-cakap dengan seekor ayam yang dialognya kurang lebih sebagai berikut.

“Hidayatullah, apakah kamu tidak pernah membaca?”

“Membaca apa?”

“Membaca ayat yang ada di lututmu itu,”

“Di lututku? Tidak ada tulisan apapun disitu. Apa maksudmu?”

“Kamu tahu kan beda lutut kita? Sang pencipta meletakkan lutut saya di sebelah belakang, kamu di depan.  Lututku di belakang karena tugasku untuk mengeram.  Lutut mu di bagian depan karena tugasmu adalah untuk rukuk dan bersujud….!”

Hidayatullah lama merenungkan mimpinya itu.  Dia berfikir terus sampai mengarah pada agama atau kepercayaan apa yang memerintahkan manusia untuk rukuk dan sujud.  Atas hidayah Nya, akhirnya dia menjadi muallaf dan alhamdulillah terus menjalankan syariat agama dengan baik sampai hari ini.

Hal kedua adalah pengalaman langsung dari jamaah pemberi kultum itu dalam menjalankan tugasnya memimpin sebuah cabang perusahaan yang operasinya mencakup antara lain wilayah Jabar dan Jateng.  Tahun 2007, cabang yang dipimpinnya itu tidak mencapai kinerja yang ditargetkan sehingga pada tahun berikutnya harus melakukan banyak perubahan, dan terobosan sebagai upaya khusus.  Olehnya, selain upaya khusus itu, pada setiap kali rapat, pertemuan, atau melakukan pekerjaan bersama, dibiasakan memulai dengan doa.  Segala keinginan itu ternyata dapat tercapai dan bahkan melebihi target yang direncanakan sehingga perusahaan memberikan bonus kepada para pegawai.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Burung

Burung (Aves) adalah salah satu jenis binatang yang membuat dunia ini indah. Peran mereka dalam penyerbukan tanaman, daging sebagian jenisnya yang enak untuk dikonsumsi, penampilan fisik, dan kicauan suara mereka, menyebabkan bangsa burung mendapat tempat tersendiri di alam ini.  Tidak heran kalau banyak manusia menyukai burung.

Menyukai ini dimanifestasikan dalm berbagai bentuk. Para pencinta lingkungan melihat burung sebagai bagian dari komponen alam ini yang harus dijaga kelestariannya. Kalau pun ada jenis burung yang enak dimakan seperti ayam, itik, puyuh, dan sebagainya, bukan yang dari alam tapi lebih sebagai hasil dari usaha budidaya.

Kebanyakan kita pula senang melihat keindahan bulu burung dan mendengar kicau mereka di alam bebas.  Karena itu, di berbagai penjuru bumi ini banyak terdapat taman-taman tempat mengamati burung liar (bird watching) atau taman burung yang suasananya dibuat sedekat mungkin dengan habitat alamnya (bird park).  Bagi mereka yang “tak sabar”, seekor burung yang disukai dan dicintainya perlu dimiliki dan “dimanjakan” dalam “kelambu” kawat atau sangkar supaya bisa melihat atau mendengarkan suaranya sewaktu-waktu, tanpa peduli akan kelestarian alamiahnya.

(more…)

Read Full Post »

(Gambar dari Republika)

Valentine’s Day atau Hari Valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari oleh banyak gereasi muda kita hari ini. Mungkin itu menyenangkan dan sesuai dengan alam kehidupan orang muda sehingga banyak yang suka meskipun sebenarnya itu cenderung hanya secara latah dan tanpa sadar hakekatnya. Dikatakan latah karena kebanyakan mereka yang merayakannya lebih pada ekspresi sempit dengan meniru apa yang dikerjakan orang di negeri-negeri Barat, tanpa tahu bahwa ada yang tidak sesuai dengan budaya dan akidah tentang asal muasal dan filosofinya.

Menurut Wikipedia, Hari Valentine yang dirayakan di Dunia Barat adalah hari dimana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Asal muasalnya sebagai sebuah hari raya Katholik Roma, masih gelap. Menurut Abi Aqila (Irena Center), perayaan ini berasal dari ritual paganisme (kepercayaan kuno bangsa Eropa) yaitu ritual satanis yang penuh maksiat. Pada Zaman Romawi kuno, ritual ini dikenal dengan Lupercaila Festival yang memfasilitasi para muda-mudi untuk melakukan kemaksiatan secara bebas.

Ketika Kaisar Konstantin memerintah, Roma mengadopsi ritual ini dan memolesnya dengan mitos St. Valentinus yang sebenarnya juga tidak dapat dipastikan asal muasalnya. Selitar tahun 1960-an, Vatikan menghapus dan melarang perayaan ritual ini sehingga kita sekarang jadi heran: siapa yang mendorong dan menyebarkan tradisi perayaan ini?

Abi Aqila menggambarkan pula bagaimana yang para muda-mudi kita pada zaman sekarang merayakan apa yang disebut hari kasih sayang itu. Dengan dorongan aspek komersial oleh para pedagang, banyak muda-mudi bersukacita dengan saling memberikan hadiah untuk pasangan masing-masing dengan nuansa serba pink atau merah dengan gambar hati (love ♥). Dalam banyak kejadian, mereka terdorong pula terjebak ke perbuatan doa. Padahal dalam bahasa Inggeris kata itu berkonotasi ke kegiatan sexual, lain dengan affection yang lebih menjurus ke kasih sayang.

(more…)

Read Full Post »

Orang Dulu

Datuk Kulim selesai cerita tentang orang dulu.

Orang dulu, sesuai zamannya, secara materil jelas tidak semaju orang zaman sekarang.  Namun, bisa jadi mereka memiliki aspek-aspek spiritual dan humanisme yang lebih baik.  Hari Minggu 7 Februari kemaren, ayah saya yang biasa kami basakan dengan Datuk Kulim (Alhamdulillah sudah 89 tahun), menceritakan suatu pengalaman masa mudanya tentang kelebihan kebatinan orang dulu.

Beberapa tahun sesudah masa kemerdekaan, beliau menjadi sekretaris pak Camat Tamin di Gunung Sahilan, Kampar Kiri.  Ketika itu masih ada Tengku Abdullah, raja terakhir Kerajaan Gunung Sahilan.  Meski pun sudah tidak memerintah, sang raja masih sangat dihormati dan memiliki istana dan keluarga besarnya, berikut dengan berbagai perangkat adat dan tradisi.

Suatu hari ada acara menuba di Sungai Teso yaitu mendapatkan ikan dengan cara menyebarkan cairan getah tanaman yang disebut tuba ke dalam sungai yang dilaksanakan sekali setahun.  Racun yang bersifat herbal itu disebarkan di bagian hulu kemudian warga kampung beramai-ramai mengikuti arus atau menunggu di bagian hilir untuk menangguk ikan yang mabuk beberapa jam di permukaan air.  Datuk Kulim yang ikut dalam sebuah sampan bersama teman-temannya kebetulan berada dekat dengan sampan Tengku Abdullah sehingga dapat berinteraksi dengan sang raja bersama-sama rombongan lain.

(more…)

Read Full Post »

Kekerasan hari ini nampaknya sudah mendominasi banyak orang, khususnya para pemuda kita. Berbagai kegiatan yang melibatkan pemuda tidak jarang berakhir dengan kekerasan, baik bertengkar atau pun berkelahi. Ketika berkelompok , para pemuda kita akan dengan lebih mudah lagi melakukan kekerasan yang kadang membuat kita bergidik.

Penyebabnya bisa banyak hal, sejak aspek mental sampai dengan fisik dan keadaan lingkungan. Hal ini tentu sudah ada kajian akademiknya yang tidak akan kita kaji lebih jauh, namun secara praktis jika kita kaitkan dengan infrastruktur perkotaan, bisa kita telusuri dari karakter seorang manusia muda yang enerjik.

Sudah dari sononya jika para pemuda memiliki semangat dan tenaga yang besar. Pada umumnya mereka masih belum dapat menata waktunya dengan baik dan terarah, sementara itu semangat dan enerji mereka meluap-luap. Karena itu mereka akan sangat tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang melepaskan kedua hal itu. Ketika lingkungan mereka tidak terkendali dan dicekoki dengan kekerasan seperti melalui tontonan dan game maka potensi itu bisa dengan mudah menjadi tindak kekerasan seperti tawuran, balapan liar, dan vandalisme.

(more…)

Read Full Post »