Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2011

Nishfu Sya’ban adalah hari pertengahan bulan atau tanggal 15 bulan Sya’ban, bulan ke delapan pada kalender Islam.   Sya’ban berasal dari akar kata yang artinya bercabang-cabang dan mengandung makna demikian banyaknya pahala dan kebaikan yang diberikan dalam salah satu bulan mulia ini.  Karena itu dalam bulan Sya’ban sangat dianjurkan untuk melipatgandakan kebaikan dan amal ibadah.

Dalam bulan Sya’ban banyak masyarakat kita melakukan ritual khusus atau perayaan yang dikaitkan dengan keistimewaan bulan ini, termasuk pada malam atau siang Nishfu Sya’ban yang tahun ini jatuh pada hari Ahad tanggal 17 Juli.  Di lain pihak, terdapat perbedaan pendapat dari para ulama tentang amalan-amalan khusus dalam bulan Sya’ban seperti membaca surat Yasin berjamaah tiga kali, sholat sunat 100 rakaat, dan makan-makan karena hadits-hadits yang mendasarinya dinilai dho’if sehingga berbagai ritual atau perayaan itu dianggap bid’ah. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Akrobat

Akrobat yang menarik sebagai tontonan, riskan dan mengawang bagaikan trapeze yang dilakukannya.  Berasal dari kata asing acrobat, ia adalah atlet yang melakukan aksi yang membutuhkan keterampilan fisik, kelincahan tubuh, dan koordinasi.  Seorang akrobat mampu menghasilkan gerakan-gerakan sulit dan berbahaya yang tidak bisa dilakukan oleh orang awam.

Seorang akrobat tentu punya kelebihan perseorangan yang diwarisinya atau hasil dari suatu latihan.   Ia mestilah kuat, berani, dan memiliki naluri serta sensitivitas dalam memperhitungkan keadaan yang membawanya pada kesuksesan dalam suatu gerakan sulit yang menjadikannya seorang petarung.  Pasti ia berlatih dengan keras untuk melakukan gerakan-gerakan dengan posibilitas sekecil lubang jarum atau setipis mata pedang sehingga menjadi keunggulannya. (more…)

Read Full Post »

Akulturasi

Hari Ahad lalu berlangsung seminar berjudul Mensinergikan Budaya Melayu Dengan Budaya Tionghoa Dalam Mengisi Pembangunan di Provinsi Riau.  Digagas oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau, Yayasan Tenas Effendy, dan sebuah koran, seminar menampilkan guru besar sejarah UI Julianti Parani, Ph.D, budayawan Al-Azhar, dan begawan budaya Melayu Riau DR Tenas Effendy.

Dipandu moderator Fakhrunnas MA Jabbar, walaupun pembicara tidak banyak bicara tentang sinergitas, mereka sepakat bahwa sejak zaman dulu telah terjadi interaksi antara budaya Melayu dan budaya Tionghoa dalam masyarakat.  Secara konvergen mereka juga sepakat bahwa perlu adanya dokumentasi sejarah Tionghoa di Bumi Melayu Riau dan sinergi antara kedua budaya.  Keunggulan dan karakter budaya masing-masing telah memainkan peranan penting dengan segala dampak dan eksesnya dalam interaksi dua budaya itu. (more…)

Read Full Post »

Janggut

Janggut mestilah kita semua tahu dan tidak ada pula yang perlu diterjemahkan dari kata ini.  Namun keberadaan janggut dapat membawa makna yang cukup signifikan dari kacamata nilai-nilai Ilahiah.  Apalagi bila berkaitan dengan ahli atau anggota keluarga kita, misalnya bagi seorang ayah terhadap anak-anaknya.

Bulan lalu saya jumpa seorang kawan yang sudah kenal sejak SMA.  Setelah bernostalgia, sebagai seorang ayah dia memperlihatkan foto anak-anaknnya; tiga laki dan yang bungsu seorang gadis kecil berkerudung yang masih SD. Ketiga anak laki-lakinya yang berjanggut menjadi pintu diskusi kami selanjutnya sebagai dua orangtua. (more…)

Read Full Post »