Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2011

1 9 8 4

1984 adalah novel karya George Orwell, seorang penulis Inggris, yang terbit tahun 1949 namun masih menarik perhatian sampai sekarang.  Meski dari abad lalu, novel yang terjemahannya pernah saya baca 37 tahun lalu ini berimajinasi tentang masa depan suram komunitas manusia di dunia sehingga sering disebut anti-utopian.  Orwell memprediksi bahwa setelah luluh lantak oleh perang nuklir dan kemiskinan, masyarakat Barat (Eropa-Amerika) akan didominasi oleh kekuatan totaliter sosialis Big Brother yang didukung oleh teknologi tinggi.

Partai yang berkuasa mengendalikan segenap aspek kehidupan masyarakat, bahkan kehidupan pribadi, secara terstruktur dan masif melalui peralatan-peralatan canggih.  Di mana-mana terpasang telescreen televisi interaktif dua arah yang tidak dapat dimatikan untuk mengawasi orang tiap saat, tanpa dapat diketahui siapa yang ada di balik screen itu.  Hebatnya lagi, penguasa menerapkan dekonstruksi bahasa Inggeris menjadi Newspeak yang mengleminir kata-kata tentang kebebasan dan perubahan sehingga secara sistemik semua orang tunduk pada pengawasan, propaganda, dan cuci otak.  Mereka yang tidak tunduk akan disebut sebagai penjahat pikiran (thought criminals) yang akan dibereskan oleh Thought Police. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

W i s h

WISH adalah kata Inggris yang sering digunakan untuk menyatakan permintaan, harapan, kehendak, dan mungkin juga cita-cita yang diinginkan agar dipenuhi oleh suatu kekuatan supranatural.  Keinginan itu bisa diharapkan akan datang dari Tuhan atau kepada dari otoritas lain seperti peri, dewa, tukang sihir dan bisa juga raja sang penguasa. Akan tetapi wish tidak sama dengan doa yang lebih sakral.

Sering kata wish dipakai dalam dalam konteks angan-angan yang ingin dikabulkan seketika.  Tanpa mengaitkannya pada Yang Maha Kuasa, otoritas lain diminta mengabulkan keinginan itu secara instan seperti kepada jin, para penguasa berperilaku tuhan yang dengan kuasanya mampu memobilisir banyak hal, atau itu hanya dalam dongeng.

Selain itu, seolah permintaan itu pasti akan dipenuhi.  Seorang pesakitan yang akan dihukum mati, kerap ditanya: “What’s your wish?”  Itu hanya sekedar basa-basi karena jika si pesakitan minta dibebaskan, tentu tidak akan dikabulkan, kecuali sekadar minta mayatnya dikirim ke keluarga atau semacamnya.  Kata ini juga sering dipakai untuk greeting seperti “Wishing you a nice trip” atau “Wish me luck!” yang kita pakai jadi Wismilak. (more…)

Read Full Post »

M e r c o n

Mercon teroasisasi dengan ledakan.  Menurut Wikipedia mercon yang dikenal juga dengan petasan ini adalah peledak berkekuatan rendah (low explosive) yang dibungkus dengan lapisan kertas dan diberi sumbu yang dipakai untuk memeriahkan berbagai peristiwa dan jadi mainan.  Ironisnya, mainan yang berbahaya, mengganggu, dan boros ini sebenarnya terlarang.

Mercon tercatat ditemukan oleh seorang juru masak di Tiongkok pada abad ke 9.  Secara tidak sengaja ia mencampur tiga jenis bahan, termasuk arang kayu dari dapurnya, menjadi suatu bahan yang mudah terbakar (black powder).  Jika bahan ini dimasukkan dalam bambu dan disulut melalui sebuah sumbu, maka ia akan meletus dengan mengeluarkan suara keras.

Pada awalnya, mercon dipakai orang di Tiongkok karena letusannya dipercaya dapat mengusir roh jahat atau hantu.  Dalam perkembangannya, mercon digunakan juga dalam berbagai peryaaan keagamaan, gerhana bulan, kemenangan perang, pernikahan dan sebagainya.  Lalu ketika Dinasti Song berdiri pabrik mercon yang mengembangkan industri kembang api yang lebih menonjolkan pijar-pijar berwarna warni di angkasa sehingga akhirnya budaya mercon atau petasan dan kembang api menyebar ke seluruh dunia. (more…)

Read Full Post »

L o g e

LOGE adalah bahasa daerah dari Logas, sebuah tempat di Kabupaten Kuantan Singingi.  Logas yang terkenal dengan tambang emas sampai era tahun 60an terletak di sebuah lembah sungai yang penuh dengan kerikil sedimen.  Hari ini masih terdengar orang mencari emas dan batu mulia di sana, seakan mengubur kenangan pahit dan unik di situ pada masa pra-kemerdekaan.

 Antara 1943-1945 Jepang membangun 220 km jalan kereta api Muara Sijunjung-Pekanbaru dengan pekerja paksa (romusha). Tercatat sekitar 285.000 nyawa dari berbagai suku dan bangsa  jadi korban; sedikit di antara para romusha dengan berbagai cara bisa kembali ke kampung asal.  Pasca kemerdekaan, orang juga batobo (berombongan) ke Logas untuk mencari emas secara tradisional meski hasilnya tak memadai.

Konon, dari dua kelompok pekerja ini, khususnya romusha, muncul istilah loge yang artinya bual atau omong besar.  Ketika itu, meskipun jaraknya hanya 140an km dari Pekanbaru, untuk ke Logas perlu berhari-hari akibat kondisi jalan yang sangat buruk dan kendaraan masih langka. Tidak heran jika dari mereka yang bisa melarikan diri ke hutan atau kembali dengan susah payah, banyak cerita perih, unik, istimewa, dan penuh petualangan tentang Logas. (more…)

Read Full Post »

M i l a d

Milad yang berasal dari bahasa Arab, sekarang sering dipakai untuk menyebut hari lahir.  Ketika tanggal dan bulan yang sama dengan hari lahir kita jumpai, maka hari itu kita sebut hari ulang tahun.  Peringatan  hari ulang tahun atau milad untuk orang atau organisasi sudah merupakan suatu kebiasaan, meskipun dengan cara pandang yang berbeda-beda.

Umumnya ulang tahun dianggap sebagai keberhasilan dalam mencapai usia tertentu sehingga dirayakan dengan penuh suka ria.  Itu identik dengan pesta atau seremoni yang diisi dengan berbagai kesenangan lahiriah atau nafsu-nafsi.  Pandangan demikian cenderung menjerumuskan diri ke sikap takabur, lalai, dan lupa pada sumber dari keberhasilan.

Sepatutnya, milad sebagai rasa syukur dengan evaluasi (muhasabah) terhadap masa yang telah dijalani.  Nabi Muhammad SAW bermuhasabah tiap sebelum tidur dan berpuasa Senin untuk memperingati miladnya.  Wajar pula jika ketika milad kita melihat bagaimana capaian yang didapat, apa kekurangan yang ada, dan seperti apa proyeksi ke depan dalam sisa usia yang diharapkan masih dianugerahkan oleh Sang Maha Pemberi. (more…)

Read Full Post »