Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2012

I s l a h

ISLAH berasal dari bahasa Arab shalaha yang berarti baik.  Secara luas islah bermakna memperbaiki hubungan yang sudah rusak sambil meluruskan yang bengkok sehingga bisa diartikan juga sebagai reformasi.  Kata ini mulai sering terdengar ketika dulu orang-orang politik yang berantuk melakukan perdamaian secara esensial, yang secara umum disebut rekonsiliasi.

Pertautan kembali berbentuk islah ini biasanya setelah terjadi perbedaan pendapat yang cukup jauh, meskipun masih tetap berada dalam koridor ideologi dan platform yang sama seperti kebangsaan, ketuhanan, dan keilmuan.  Kesamaan tujuan dan cita-cita itu membuat yang bertikai merasa perlu bergandengan kembali agar lebih kuat.  Islah dapat menyelesaikan perbedaan yang prinsipil dan memulihkan hubungan para pihak menjadi seperti semula tanpa dendam atau berbuntut panjang, berdasarkan nilai-nilai pokok yang memang sudah disepakati bersama.

Karena itu, islah menuntut beberapa prakondisi yang biasanya lebih sulit mencapainya dibanding islah itu sendiri.  Pertama, para pihak mutlak tetap berada dalam koridor ideologi yang sama, misalnya cita-cita meningkatkan kemaslahatan masyarakat atau NKRI.  Dengan maksud dan tujuan yang sama maka lebih mudah mengeliminir perbedaan. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

A k h l a k

AKHLAK berasal dari Bahasa Arab khuluq yang artinya perangai; bentuk jamaknya akhlaq yang sebenarnya berkonotasi kelakuan buruk.  Kelakuan yang baik lazim disebut akhlaqul karimah atau akhlaqul mahmudah dengan lawannya kelakuan buruk sebagai akhlaqul madzmudah.  Namun walau tidak tepat pemakaiannya dalam bahasa kita, kata ini sangat esensial bagi manusia.

Dengan pemahaman sebagai perangai baik, akhlak merupakan  manifestasi ultimate dari syariat dalam kehidupan kita.  Orang bisa mengaku beriman, berilmu, dan banyak beramal-ibadah namun tidak dapat dikatakan sempurna bila belum berakhlak mulia (akhlaqul karimah).  Bahkan Nabi SAW sendiri dipuji dan dikagumi bukan karena banyak beribadah sampai kakinya bengkak akibat lama berdiri waktu shalat tahajjud tapi karena keutamaan akhlaknya; ketika masih berumur 13 tahun sudah digelari al-amin yang bermakna dapat menjaga hak orang. (more…)

Read Full Post »

B o b o t

BOBOT yang banyak digunakan dalam kultur Jawa artinya besaran dari sesuatu nilai yang melekat pada orang atau benda.  Besi lebih besar bobotnya dari pada kayu karena dengan bentuk dan ukuran yang sama, besi lebih berat.  Orang dikatakan berbobot bila ia mempunyai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang lebih baik dari orang awam.

Kata ini bisa pula digunakan untuk yang maya berupa capaian ilmu hasil penelitian, kemapuan, atau prestasi.  Ceramah yang disampaikan dengan sistematis, jelas, informatif, padat dengan argumentasi dan kesimpulan baru dikatakan sebagai berbobot atau berkualitas , berikut juga penyampainya.  Capaian seseorang bisa dikatakan berbobot jika tidak hanya sekedar hal yang “remeh-temeh” tetapi bisa berpengaruh besar pada orang lain atau lingkungannya yang memang relative sulit mengukurnya.

Pada akhir tahun atau awal tahun baru seperti sekarang ini, bobot menjadi penting ketika orang mengevaluasi capaian kerja (kinerja) pribadi atau kolektif kelembagaan.  Yang paling banyak dihitung-hitung adalah bobot dari suatu pekerjaan atau beban tugas yang tenggat waktunya berakhir sama dengan tahun kalender.  Capaian bobot dalam persen ini lazim untuk mengukur kinerja dibandingkan dengan rencana atau beban yang diberikan. (more…)

Read Full Post »

Cuci Tangan

CUCI TANGAN secara fisik baik-baik saja karena membersihkan tangan dari kotoran, terlepas dari penyebabnya.   Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk mencuci tangan sebelum makan dan tidur yang dalam manifestasi Ilahiah berupa wudhu.  Namun bila seseorang mencuci tangan berulang-ulang tanpa penyebab yang pantas maka bisa jadi bersifat psikis,

Ada orang yang mencuci tangannya tiap beberapa waktu, apalagi jika sudah bersalaman atau bersentuhan dengan benda-benda yang bukan dalam kendali dia.  Baginya washtafel di kantor atau di rumah mutlak harus bersih dan lengkap.  Orang ini memang dari keluarga yang sangat pembersih dan bahkan ketika kecil dia digendong ke sekolah jika jalan becek. (more…)

Read Full Post »

Toleransi

Toleransi dikaitkan dengan kemampuan sesuatu untuk dapat menerima kelebihan atau kekurangan dari suatu keadaan ideal atau yang diharapkan, tanpa merubah atau mengganti karakteristik aslinya.  Toleransi menjadi suatu topik penting mengingat tidaklah mudah dan sederhana untuk mendapatkan suatu keadaan ideal dan suatu lingkungan yang memberikan masukan yang senantiasa beragam.  Perihal yang sekarang banyak digunakan untuk lingkup sosial budaya ini, semula banyak digunakan dalam science dan teknologi.

 Sebagai contoh, tegangan listrik 220 volt dipakai sebagai patokan bagi satu pabrik peralatan rumah tangga.  Akan tetapi karena berbagai sebab, sering terjadi tegangan itu naik atau turun yang untuk contoh ini misalnya anggaplah sekitar 10 volt, sehingga pabrik itu memberikan kemampuan pada peralatan produksinya untuk menerima fluktuasi voltase sebesar 10 volt itu tanpa mengganggu fungsi atau merusak alat tersebut.  Kemampuan peralatan untuk menahan perbedaan tegangan listrik itu disebut sebagai toleransi peralatan terhadap tegangan listrik.

 Pemahaman yang sama dapat diberlakukan pula dalam lingkungan sosial-budaya dan interaksi manusia, meskipun kelihatan ada sedikit perbedaan persepsi dalam implementasinya. Wikipedia  menyebutkan bahwa toleransi yang juga istilah dalam konteks agama, partai politik, dan orientasi seksual, adalah “sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam masyarakat.”   Sebagai contoh diberikan toleransi beragama yaitu penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. (more…)

Read Full Post »

Thaghut

Thaghut mungkin kata yang jarang kita dengar atau pakai meskipun maknanya banyak di sekitar kita.  Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ustaz Bachtiar Nasir dalam kolom konsultasi agama di sebuah media nasional, kata yang berasal dari Bahasa Arab thughyan ini berarti melampaui batas.  Secara terminologi thaghut bermakna sesuatu yang disembah selain Allah Swt. dan setiap pemimpin kesesatan adalah thaghut.

 Ada beberapa lagi penjelasan makna kata ini.  Menurut Ibnu Jarir al-Thabari, thaghut adalah sesuatu yang melampaui Allah sehingga ia disembah di sampingNya.  Bisa karena paksaan ataupun ketaatan,thaghut dapat berupa manusia, setan, patung, atau lainnya.  Ibnu Taimiyyah mendefenisikannya sebagai sesuatu yang disembah selain Allah dan yang disembah itu menerima dan tidak menolaknya.  Menurut Ibnu al-Qayyum, thaghut adalah apa saja yang diperlakukan hamba secara melampaui batas; disembah, diibadahi, diikuti, atau ditaati.

 Dari penjelasan itu dapat kita fahami bahwa segala sesuatu selain Allah yang disembah, diibadahi, atau ditaati secara melampaui batas dan ia menerima atau bahkan menuntut perlakuan itu maka ia adalah thaghut yang sudah jelas suatu kesesatannya sebagaimana kelakuan Fir’aun dulu.  Sesembahan atau yang biasa disebut tuhan itu adalah sesuatu yang melebihi pengaruh lainnya atau mendominasi atas diri si penyembahnya.  Sebagai makhluk, kedua pihak sembah-menyembah ini sesat karena telah mengambil hak dan sifat Sang Khaliq sebagai satu-satunya zat yang boleh disembah. (more…)

Read Full Post »

Pelit

Pelit yang memiliki sinonim kikir, cekel, lokek, medit, kedekut, bakhil, dan mungkin ada lagi, berarti sifat tidak suka memberi.  Dalam arti ini berarti ada sesuatu, baik berbentuk fisik atau materil maupun abstrak, yang berpindah dari pihak yang memberi kepada yang menerima seperti uang, makanan, ilmu, perhatian, dan sebagainya.  Dalam batasan ini memang sederhana tapi sifat ini punya sisi-sisi dan kaitan dengan hal lain.

Lebih jauh, sifat pelit ini dapat kita temukan dalam suatu spektrum yang kurang lebih begini.  Pertama, walaupun mampu tapi tidak mau memberikan sesuatu yang ia sukai kepada orang lain yang juga memerlukannya.  Ke dua, tidak mau memberi meski yang ia punyai  itu sudah tidak diperlukannya lagi.  Ke tiga, ingin dapat sesuatu bukan dari dirinya sendiri meski ia mampu tapi dari orang lain.  Ke empat, ia mau sesuatu keperluan yang ada pada orang lain pindah ke tangannya.  Pada kelompok yang terakhir ini sangat terasa munculnya sikap yang lebih buruk.

Sifat pelit atau kikir ini muncul ketika orang tidak berpegang pada iman bahwa riski itu sudah ditentukan dan bisa datang dari mana saja, termasuk riski orang bisa turun melalui dirinya.  Menarik bila kita kombinasikan dengan apa yang diungkapkan Mang Jazi (jazi.blogdetik.com); seorang yang pelit lebih dikuasai oleh nafsu pada harta benda, kekuasaan, individualisme, egoisme, keinginan untuk mendominasi, penilaian kehidupan ini dengan materi, dan sebagainya sehingga menutupi mata hatinya.  Kata pelit itu sendiri mengandung makna mandeg, tidak berprogres, dan ibarat sebatang pohon yang tidak berbuah atau tidak mendatangkan manfaat bagi orang di sekitarnya. Padahal hakikat keberadaan manusia adalah untuk saling mengasihi, berbagi, bekerjasama, membangun, saling memberi manfaat, dan bahu membahu yang berhadapan dengan bisikan syetan agar manusia takut jatuh miskin. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »