Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2012

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 15 Februari 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

Valentine’s Day umumnya difahami orang sebagai hari kasih sayang, tanpa mengetahui hakekat dan asal usulnya.  The World Encyclopedia (1998) menjelaskan bahwa peringatan ini berasal dari ritual Romawi kuno yang pada tahun 496 M oleh Paus Gelasius dijadikan perayaan gereja untuk menghormati Santo Valentine, seorang pendeta Katholik yang mati dengan berbagai versi pada tanggal 14 Februari.  Dalam bahasa Latin Valentine berarti Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Maha Kuasa, yang ditujukan pada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Dibawa oleh westrenisasi, dengan motif asmara sekarang banyak orang, khususnya para remaja, mengatakan “Be my Valentine” pada lawan jenisnya yang jelas tidak sejalan dengan syariat dan keberadaan Ilahi.  Mereka disibukkan dengan saling beri ucapan dan coklat atau hadiah dengan pernak-pernik bernuansa serba pink, konon untuk mengekspresikan kasih sayang namun mendorong kepada pelanggaran.  Sayangnya, saat ini tak sedikit pula orangtua yang bersikap permissive terhadap pelanggaran norma yang dibangkitkan perayaan ini.

Menurut laporan sebuah koran Minggu 12 Februari 2012, banyak remaja memperingatinya dengan cara yang mengarah ke pergaulan bebas.  Seorang pemerhati dari Komisi Pendidikan Jesuit (sebuah aliran dalam agama Kristen) mengatakan bahwa remaja hanya sekedar tahu informasi yang mereka telan bulat-bulat tanpa sadar telah jadi korban strategi marketing pernak-pernik tadi.  Seorang pendidik dari Kolese Gonzaga Jakarta melihat bahwa orangtua dan guru hanya melakukan pendekatan setelah terjadi sesuatu pada anak atau siswanya.  (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Autopilot

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 8 Februari 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

AUTOPILOT  adalah istilah yang digunakan untuk alat transportasi, terutama pesawat terbang yang dikemudikan oleh seorang pilot.  Ia adalah sebuah sistem mekanikal, elektrikal, atau hidrolik yang dipakai sebagai kemudi pesawat tanpa bantuan dari manusia sebagai pilot biasa.  Dengan autopilot pesawat bisa berjalan dengan baik menurut arah, altitude, dan kecepatan yang sudah diprogramkan dengan komputer oleh sang pilot untuk meringankan tugasnya.

Beberapa bulan lalu di Jakarta muncul spanduk-spanduk anonim yang hanya bertuliskan Negara Autopilot.  Kita tidak tahu siapa yang memasang, dalam rangka apa, dan kepada siapa pesan spanduk itu diarahkan.  Meski sekarang tak terlihat lagi tapi dua kata itu masih sering dipakai dalam acara-acara talkshow atau wawancara di media sehingga kita hanya dapat menduga-duga.

Mencermati ungkapan-ungkapan para tokoh atau selebriti politik, bisa jadi yang dimaksudkan adalah pengendali dalam kontek penyelenggaraan pemerintahan di Negara kita akhir-akhir ini.  Itu untuk mengungkapkan bahwa banyaknya masalah yang masyarakat tonton dan hadapi serta terasa pula banyak yang terbiarkan, orang tidak merasakan kehadiran pengendali pemerintahan atau pemimpin yang secara sempit diarahkan ke figur. (more…)

Read Full Post »

Like and Dislike

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 1 Februari 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

LIKE AND DISLIKE adalah istilah dalam Bahasa Inggeris untuk menyampaikan sesuatu yang kita sukai dan tidak sukai.  Entah bagaimana asbabun nuzulnya, kata ini sering dipakai dalam manajemen sumberdaya  manusia (SDM) untuk menggambarkan cara pandang dan penerapan yang keliru dalam memilih seseorang untuk ditempatkan pada suatu posisi atau jabatan.  Pendekatan ini bisa merugikan tiga pihak: pengambil keputusan, institusi, dan yang ditunjuk.

Sesuai dengan kaidah manajemen, segala sesuatu mestinya dilakukan dengan cara yang paling efektif, efisien, layak, terkelola baik, etis, dan dapat diterima sebagai suatu pilihan yang terbaik yang bisa dilakukan.  Dalam hal memanfaatkan SDM sebagai modal utama juga harus dilakukan dengan pendekatan demikian.  Seseorang ditugaskan haruslah memperhatikan kompetensi, kapasitas, pengembangan karir, dan attitude yang relevan dengan apa yang akan diamanahkan padanya (merit system); bukan berdasarkan like and dislike yang lebih mengedepankan perasaan yang subjektif dan irrasional. (more…)

Read Full Post »

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 23 Januari 20112 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

Sudah sama kita ketahui bahwa Pak Jefry Noer berhasil come back ke kursi bupati dan dilantik tanggal 11 Desember yang lalu.  Keberhasilan itu pasti dengan mengusung suatu jualan pada masyarakat di berbagai pelosok Kabupaten Kampar untuk memajukan kabupaten itu.   Namun belum terlambat untuk memberi masukan komlementer, khususnya dengan memperhatikan lingkungan strategis dan pedalaman Kampar yang sebagian besar masih bercorak rural.

Rural bukan berkonotasi negatif, tetapi dalam makna asali yaitu daerah pedalaman dengan kepadatan penduduk rendah dan kehidupan masyarakatnya banyak bergantung pada sektor agraris.  Di kampung-kampung, masyarakat sangat akrab dan bersilaturrahim tanpa banyak terpengaruh oleh ego materialistik dan populeritas pribadi.  Masyarakatnya yang relatif mandiri secara ekonomi bersifat religius dan sangat menghormati para alim ulama, tokoh adat, dan pemimpin formal nan amanah.  Ini sebenarnya ciri kemodernan yang kondusif untuk melahirkan tokoh dan cerdik pandai.

Kalau kita simak kronologis Pak Jefry di Kabupaten Kampar dan dibandingkan dengan para kandidat bupati lain pemilukada lalu, karakter dan selera masyarakat pedalaman ini nampaknya telah dijawabnya dengan baik.  Kampar memang memerlukan seorang pemimpin yang pemikirannya mudah difahami secara sederhana dan ingin berbuat sesuatu yang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Mudah-mudahan masukan ini bisa sinkron dengan style Pak Jefry dan karakteristik Kabupaten Kampar. (more…)

Read Full Post »