Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2012

Tomcat

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 28 Maret 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

TOMCAT tentu bukan semacam cairan pelamur dinding atau pagar karena ia nama popular sejenis serangga yang belakangan ini bisa mengalahkan dan mengalihkan perhatian masyarakat dari kasus-kasus tipikor.  Di tempat asalnya di Barat sana, nama ini dipakai untuk menyebut kucing jantan yang berkonotasi kuat, cepat, dan terampil sebagaimana yang dijumpai dalam cerita-cerita kartun dan pernah dipakai sebagai nama jenis pesawat tempur canggih.  Namun entah bagimana asal muasalnya dipakai pula sebagai nama sejenis serangga beracun.

Menurut laporan sebuah media, kumbang kecil yang berwana belang hitam dan merah api ini, disebut juga sebagai kumbang rove, semut semai, semut kayap yang secara biologis tergolong ordo coleopteran (kelompok kumbang) dengan subordo Rove Beetle (kelompok kumbang kecil), genus Paederus, spesies Paederus Littorarius.  Gigitannya bisa menyebabkan lesi pada mata dan conjunctivitis.  Sementara di kulit dan dalam tubuhnya mengandung cairan yang bila terkena ke kulit manusia akan menimbulkan iritasi dermatitis atau gatal-gatal sampai melepuh. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Terobosan

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 21 Maret 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

TEROBOSAN adalah sebuah kata yang populer dalam pengelolaan suatu kegiatan yang prosesnya lama, sudah jenuh, kurang menarik, atau dianggap sulit.  Untuk melakukan terobosan memerlukan pemahaman terhadap kegiatannya, inovasi, dan kemampuan pengelolaannya.  Langkah ini bisa berkonotasi positif atau negatif, tergantung dari sejauh mana sejalan atau bertentangan dengan norma dan aturan yang berkaitan dengannya.

Langkah terobosan yang berkonotasi negatif lebih cenderung sebagai adopsi dari shortcut untuk mencari gampangnya tanpa peduli aturan mainnya.  Seorang mahasiswa yang malas belajar atau memang tidak mengerti kandungan yang dipelajari misalnya, sering melakukan shortcut dengan mencontek ketika ujian.  Mencontek dan plagiat merupakan terobosan negatif yang pasti tidak diterima dalam dunia pendidikan. (more…)

Read Full Post »

Oversek

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 7 Maret 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

OVERSEK tidak ada dalam kamus karena sebuah kata jadian paradoksal dari oversex yang berkonotasi kuat secara biologis.  Kata ini singkatan dari over seket yang dalam nuansa Jawa berarti orang yang sudah berumur lebih dari lima puluh tahun yang boro-boro mampu menghamburkan kekuatannya tapi justru mulai menurun kondisi fisiknya.

Banyak kita jumpai pada perioda usia emas itu, meskipun mampu orang harus banyak berpantang dalam kegiatan dan makanan yang bisa dinikmatinya.  Jika ketika muda, garam dan cabe pantang ketinggalan dalam makanan, sekarang justru sudah menjadi pantang atau harus dikurangi.  Minyak wangi sudah berganti pula dengan minyak angin. (more…)

Read Full Post »

Reaktif

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 29 Februari 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

Reaktif berasal dari Bahasa Inggeris reactive yang secara harfiah berarti bersifat balas tindak.  Dalam kamus ia juga bisa berarti suatu zat atau senyawa kimia yang memberikan reaksi terhadap suatu senyawa lain.  Bila diaplikasikan pada manusia, ini adalah sifat orang yang menanggapi suatu aksi atau tindakan yang berkenaan padanya secara spontan atau relatif cepat yang dipengaruhi oleh perasaan atau emosi.

Berbeda dengan sifat responsif yang mengandung makna tanggung jawab dan siap untuk melayani suatu aksi, reaktif lebih berkonotasi pembelaan atau mempertahankan diri dari serangan terhadap sesuatu kelemahan.  Dalam hal yang pertama misalnya bagaimana bagian customer service (layanan pelanggan) suatu usaha merespons komplen pelanggan; makin cepat dan lengkap maka makin baik karena akan menyelesaikan masalah yang ada.   Komplen itu juga akan dijadikan masukan untuk perbaikan.  Mungkin pendekatan “Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah” ini yang telah memikat para penggadai. (more…)

Read Full Post »

Pinokio

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 22 Februari 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

Pinokio adalah sebuah dongeng anak-anak yang sangat populer sejak akhir abad 19.  Awalnya Carlo Collodi menulisnya sebagai sebuah cerita berseri pada sebuah mingguan anak-anak di Italia yang kemudian ketika bukunya pertama kali terbit tahun 1883, dalam setahun terjual sejuta eksemplar.  Dongeng ini mengisahkan tentang sebuah boneka kayu hasil ukiran Geppeto yang menjelmakan menjadi seorang anak yang memiliki banyak sifat tidak terpuji seperti malas, ingkar janji, suka melarikan diri, dan menertawakan si tukang ukirnya.

Salah satu yang menarik anak-anak dari dongeng ini adalah sifat fisik Pinokio yang khas; hidungnya akan bertambah panjang setiap kali ia berbohong.  Hal ini menjadi sebuah instrumen yang sangat berpengaruh dalam jalan cerita, tidak hanya terhadap Pinokio tetapi juga Geppeto dan pelaku lainnya.  Pinokio tidak bisa menutupi berbagai kebohongannya walau sehebat apapun karena dengan mudah akan dapat diketahui dari hidungnya yang memanjang.  Di akhir cerita, Pinokio menyadari banyak kekeliruannya dan berhasil menjadi anak yang baik. (more…)

Read Full Post »