Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2012

Kafilah

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 23 Mei 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

KAFILAH berbeda dengan kalifah yang sama-sama berasal dari Bahasa Arab.  Sementara kalifah adalah pemimpin negara dan agama, kafilah berasal dari sebutan untuk rombongan atau iring-iringan para pedagang yang menggunakan alat angkutan unta untuk menempuh padang pasir (caravan).  Beratnya medan dan pentingnya perjalanan demi kehidupan maka kata ini mengusung tekad yang kuat untuk menjayakan misinya.

Hari ini kata kafilah sering dipakai sebagai ganti kata kontingen untuk rombongan misi agama dari suatu kelompok, misalnya kafilah peserta MTQ.  Ada pula pepatah yang populer: “Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.”  Maknanya, sebuah kafilah yang sedang menjalankan suatu misi penting ke suatu tempat yang dengan susah payah melintasi padang pasir, tidak akan terganggu oleh sekedar gonggongan anjing di daerah yang dilewatinya. (more…)

Read Full Post »

M i r i s

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 16 Mei 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

MIRIS asalnya bahasa Jawa yang artinya kurang lebih cemaskhawatirrisautakut, atau was-was.  Kata ini mulai populer menjelang Pemilu tahun 1987 ketika Presiden Soeharto yang pada saat berusia 66 tahun itu masih sangat berkuasa, dalam pidatonya menyatakan bahwa ia merasa miris untuk melanjutkan jabatan ke perioda berikutnya karena tingginya berbagai ketidakpastian dalam penyelesaian masalah bangsa.  Lain dengan pesimis, kata ini dipakai untuk menyatakan kekawatiran akan sesuatu keadaan yang buruk yang relatif sulit penyelesaiannya padahal menentukan masa depan.

Lain rasa miris seorang Soeharto yang disebut sebagai sebagai The Smiling General tapi piawai menumpas lawan-lawan politiknya, lain pula yang kita rasakan dalam era reformasi kebablasan saat ini.  Saat itu Soeharto mampu mengendalikan politik dan keamanan dalam negeri sehingga sangat jarang ada teror bom atau gerakan separatis, tapi bisa jadi ia mulai merasakan adanya pemberontakan batin rakyat.  Bagi kita yang berada dalam kebebasan hari ini, rasa miris itu berkaitan dengan masa depan bangsa kita. (more…)

Read Full Post »

Abal-Abal

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 9 Mei 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

ABAL-ABAL adalah bahasa Ambon yang artinya palsu atau tidak penting namun pemakaian kata ini mesti dilihat konteksnya.  Mirip dengan haw-haw yang berasal dari bahasa Tionghoa, abal-abal sebagai bahasa gaul lebih dekat artinya ke sifat tidak benar, tidak semestinya, atau  rusak.  Ketika marah atau untuk menunjukkan rasa tidak puas terhadap sesuatu, misalnya aki seperti dalam satu iklan, aki mobil yang cepat soak dikatakan aki abal-abal.

Barangkali rasa tidak puas dan kekecewaan akan banyak hal telah memunculkan kata ini dalam pergaulan.  Ketika menjumpai orang, bisa jadi banyak orang yang tidak kompeten sebagaimana semestinya.  Ketika menggunakan suatu produk, dijumpai pula kualitasnya tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga populerlah kata abal-abal belakangan ini. (more…)

Read Full Post »

F i g u r

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 2 Mei 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

FIGUR dalam bahasa kita bisa disetarakan dengan sosok, meski berkonotasi lebih lengkap dan intelek.  Kata ini memang berasal dari bahasa Inggris figure yang berarti tampilan seorang manusia dengan muatan kualitas;  public figure bisa setara pula dengan tokoh.  Akhir-akhir ini kita sering mendengar orang mengatakan kata figur dalam rangka merindukan dan sedang mencari seseorang yang dinilai pantas jadi pemimpin.

Tanpa penelitian yang njelimet, hari ini kita dapat merasakan kelangkaan figur yang pantas sebagai pemimpin, baik formal maupun kemasyarakatan.  Kelangkaan itu tentu berdasarkan kriteria ketokohan dan dikaitkan dengan upaya penyelesaian berbagai masalah yang kita hadapi saat ini.  Beberapa waktu lalu muncul istilah negara autopilot dan nampak pula kurang dihormatinya para tokoh informal.  (more…)

Read Full Post »