Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2012

A k a l

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 20 Juni 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

AKAL secara keliru kita fahami sebagai kemampuan pikiran dan kemampuan intelektual atau kepandaian, tanpa terkait ke kodrat Ilahiah manusia.  Dengan pandangan itu, orang yang berakal sering dinilai dari bicaranya yang bernas, berintonasi, dan puitis atau yang dari prestasinya dalam bentuk kemenangan lomba, juara tertentu, piagam dan sertifikat atau titel dan karya akademis.  Seseorang yang banyak harta juga cenderung kita anggap pintar atau berakal.

Kata akal diadopsi dari bahasa Arab yang artinya tali.  Tali kekang kuda dan ikat kepala orang Arab misalnya, disebut ikal atau ighal yang berasal dari akal yang berarti tali pengikat agar surban tidak lepas atau kuda dapat dikendalikan.  Aplikasi pada diri manusia, akal adalah alat pengikat dan pengendali nafsu manusia yang secara kodrati berkehendak ke jalan yang buruk. (more…)

Read Full Post »

(Sudah dimuat tanggal 16 Juni 2012 di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

Cinta merupakan fenomena jiwa manusia yang tak habis-habisnya diidamkan dan dibicarakan. Namun kita lebih sering tenggelam dalam khazanah hubungan antar-manusia, baik dalam kerangka keluarga maupun personal dengan manusia lainnya. Anehnya, kita malah sering melupakan cinta kepada Allah Yang Maha Pencipta yang semestinya menjadi landasan dari segala cinta yang ada pada manusia.

Allah pasti lah mencintai segala makhlukNya meskipun diciptakan untuk mengabdi kepadaNya. Secara bersamaan manusia dibekali akal-pikiran dan diberikan kemerdekaan yang dengan keduanya manusia mencari dan memilih kebaikan sesuai perintahNya dan menjauhkan diri dari laranganNya atau sebaliknya. Dengan kodrat itu lah seorang manusia harus mendapatkan cinta Allah kepadanya.

Berdasarkan Hadits Qudsi Riwayat Mu’az bin Jabal, cinta Allah hanya akan jatuh pada kelompok Muslim yang sanggup berkasih sayang yaitu merasa sederajat, tiada kesombongan dan keangkuhan, saling merasakan kesulitan, serta tolong menolong dengan sesama Muslim karena Allah.
Kelompok kedua yang dapat cinta Allah adalah orang-orang yang berusaha keras utk dpt berbagi dengan orang lain karena Allah. Yang ketiga, org2 yang saling berkunjung karena Allah untuk menyambungkan silaturrahim.

Menurut hadits lain, yang layak mendapatkan cinta Allah adalah kelompok ke empat, yaitu orang-orang yang menyambungkan hubungan karena Allah. Ke lima, orang-orang yang saling menasehati karena Allah. Namun harus hati-hati agar tidak tercampur antara nasehat dengan kritik. Nasehat lebih pada upaya menyelesaikan masalah, menguraikan yang kusut, mencapai hal lebih baik.

Dari sebuah hadits juga dikatakan bahwa orang-orang ini kelak di padang mahsyar akan mendapat naungan arasy Allah di mimbar yg terbuat dari cahaya. Semoga kita termasuk yang ada di dalamnya. (Dari sebuah Tausiah)

Read Full Post »

Ambisi

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 13 Juni 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

AMBISI termasuk kata yang berkonotasi dua sisi.  Asalnya tidak ada yang salah dengan ambisi karena ia menjadi energi seorang manusia dalam gerak langkahnya untuk lebih maju atau bahkan bisa menjadi khalifah atau peminpin di muka bumi. Menjadi masalah ketika niat tidak diluruskan akibat berbagai godaan dan nafsu-nafsi duniawi yang lepas dari kodrat penciptaan manusia.

Sejak semula kita dan juga golongan jin diciptakan hanya untuk mengabdi pada Sang Pencipta sesuai perintah dan laranganNya.  Sebagai yang diperintahkan untuk menjadi khalifah di muka bumi, kita sudah dibekali dengan kecenderungan suka kepada kebaikan dan juga ilmu tentang rambu-rambu guna mengendalikan diri terhadap nafsu diri yang senantiasa dikipas oleh syetan yang ingkar dari pengabdiannya.  Dalam samudera kehidupan, manusia tidak punya pilihan terbaik kecuali menjadi lebih baik setiap harinya yang memunculkan ambisi dalam dirinya. (more…)

Read Full Post »

Mukjizat

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 6 Juni 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

MUKJIZAT yang sangat quranic sering disalahpakaikan oleh berbagai pihak.  Seorang komentator olahraga secara live pada detik-detik pertandingan berakhir akan mengatakan bahwa hanya mukjizat yang dapat merubah hasil pertandingan.  Dalam acara kalangan tertentu ditunjukkan bahwa dengan mukjizat tuhan yang bisa digunakan tokoh kalangan itu orang bisa sembuh dari berbagai penyakit yang secara medis berat.

Sungguh jauh menyimpang penggunaan kata mukjizat dalam kedua kasus itu.  Dalam kasus olahraga, bila terjadi suatu perubahan hasil pertandingan secara drastis memanglah dengan kuasa Allah Swt, namun itu bukan suatu mukjizat tapi jelas dengan dan tanpa upaya para pihak yang bertanding.  Kasus yang kedua pelaku-pelaku itu yang tahu apa yang terjadi apakah itu suatu rekayasa untuk mempesona pesertanya yang sudah dikondisikan secara kejiwaan atau mereka menggunakan kekuatan lain.  Yang pasti itu bukan mukjizat.  (more…)

Read Full Post »

Mufti

(Sudah dimuat di Riau Pos tanggal 30 Mei 2012 halaman 4, juga di laman Facebook http://www.facebook.com/feizal.karim)

MUFTI yang cukup banyak dipakai sebagai nama orang kita, mempunyai arti yang sangat mulia yaitu ulama khusus yang mempunyai posisi penting dalam masyarakat Islam.  Di negara-negara yang banyak penduduknya Muslim, seorang mufti berwenang memberikan pertimbangan dan memberikan fatwa kepada ummat tentang sesuatu hal penting yang memerlukan keputusan dalam menyikapinya.  Meskipun bukan sebuah negara Islam, pada umumnya mufti menjadi pejabat tinggi negara yang pendapatnya untuk menyelesaikan masalah masyarakat sangat didengarkan dan dihormati, sekali pun oleh keluarga kerajaan.

Di negara kita fungsi ini dilakukan oleh organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Pengadilan Agama (PA).  Walaupun keputusan Pengadilan Agama berkekuatan hukum tetap tapi posisi dan pandangan masyarakat terhadap PA dan MUI belum sebagaimana yang kita harapkan.  Tidak seperti mufti, Fatwa MUI baru dipandang sebagai anjuran yang tidak mempunyai sanksi hukum. (more…)

Read Full Post »