Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2013

leadershipBanyak para ahli pendidikan atau ahli perilaku organisasi yang mencoba menjelaskan tentang siapa pemimpin itu.  Ahmad Rusli  dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepemimpinan Pendidikan (1999) menyatakan bahwa pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan. Sementara itu Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983: 255) merumuskan pemimpin itu adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.

Dua defenisi ini masih terasa senjang dengan adanya kata “subordinat” (Ahmad Rusli) dan kata “mempengaruhi” (Miftha Thoha).  Mungkin terasa oleh kita bahwa para pengikut bukan pemilik hak atau urusan atau sebagai mitra tapi objek dari kepemimpinan.  Mari kita lihat dari asal katanya.

Dalam bahasa Arab yang kaya perbendaharaan dan indah, pemimpin turun dari kata yang artinya menuntun yang lawan katanya mendorong. Orang Arab juga menyebutkan: menuntun binatang dari depan, mendorong dari belakang. Secara etimologis berarti seorang pemimpin itu selalu berada di depan para pengikutnya untuk menunjukkan kebaikan dan membimbing kearah keselamatan.  Dalam hal ini dapat kita tambahkan, semuanya menuju tujuan kesejahteraan yang dipimpinnya.

Seorang ayah misalnya, bertanggung jawab untuk mendidik dan menjadikan anak-anaknya orang yang shaleh.  Seorang pemimpin organisasi harus mengajak para anggotanya mengerjakan dan bersama-sama berusaha untuk mencapai misi organisasi yang telah ditetapkan bersama, sebagaimana ia juga telah dipilih dengan sepakat.  Di sini muncul kata kepengikutan. Jika tidak, maka ia akan ditinggalkan para pengikutnya atau hanya dikerubuti oleh mereka yang tertipu, penjilat, atau opportunis.  Statusnya pun jatuh menjadi penjebak, penjerumus, atau penghancur.

Ada anggapan yang sudah lazim dalam masyarakat namun bertentangan dengan definisi ini.  Hari ini, kepemimpinan yang identik dengan kekuasaan dianggap sebagai sumber dan peluang untuk mendapatkan kekayaan dan fasilitas istimewa yang disediakan, berikut puja puji yang melenakan.  Person demikian ini lebih berorientasi pada palayanan pada dirinya ketimbang melayani pengikutnya sehingga dia lebih tepat disebut sebagai seorang atasan saja.  Kualitas seorang pemimpin akan  tergantung dari niat dan tujuan yang dikejarnya.

Makanya jangan heran kalau suatu ketika kita jumpa dengan mantan pemimpin formal yang berprilaku aneh setelah ia tidak menjabat.  Ketika menderma ia sangat pelit karena dulu sumbangan pun memakai biaya institusi yang dipimpinnya.  Mungkin juga ia tidak tahu dimana harus mendapatkan sikat gigi atau menambah angin ban mobilnya karena dulu semuanya sudah diuruskan.  Bila seorang mantan pemimpin formal tidak bisa menghindarkan post power syndrome maka ketika berjumpa dengan rakyat biasa atau para bekas bawahannya, ia masih berlaku bagaikan atasan atau pimpinan mereka.  Kalau tidak ia bermasalah dengan sendirinya, orang seperti ini juga akan tidak dihormati lagi.

Karena itu seorang pemimpin yang baik akan menyadari bahwa sesungguhnya dalam kepemimpinan itu lebih utama kewajiban dan tanggung jawab terhadap pengikutnya.  Kepemimpinan yang mengandung arti sebagai upaya untuk menggerakkan manusia untuk mencapai tujuan,  mempunyai unsur tujuan bersama yang ingin dicapai, sekelompok manusia pengikut , dan pemimpin yang merumuskan serta mengemas secara praktis tujuan itu agar dapat dikerjakan dengan mudah, senang hati, dan penuh tanggungjawab.

Sekarang dapat pula kita rumuskan, kepemimpinan adalah uapaya memobilisaki manusia kea rah tujuan duniawi dan ukhrawi dalam koridor dan nilai-nilai syarit Islam.  Yang lebih penting lagi, ia menyadari bahwa seorang pemimpin harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya kelak di hadapan Allah.

Advertisements

Read Full Post »

Image

Pemimpin adalah dari golongan manusia. Manusia yang senantiasa sibuk bergelimang dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya; lebih tepatnya dari satu  tragedi ke tragedi lainnya.  Disebut tragedi karena kejadian-kejadian yang dulu tak lazim atau sumbang karena membawa akibat buruk pada dirinya atau orang banyak, sekarang mulai menggejala dan dianggap biasa.

Pertama, tragedi  yang banyak melanda manusia adalah kehilangan tujuan hidupnya. Mereka lupa dengan tujuan hidupnya yang luhur dari Sang Pencipta agar menjadi makhluk yang mulia dengan mengabdi padaNya dan mewakiliNya sebagai khalifah yang memakmurkan muka bumi ini. Banyak manusia tenggelam dalam kesibukan mengejar kebutuhan primer sehingga senantiasa tak berkecukupan waktu.  Ketika telah tercukupi pun, nafsu duniawi terus mendorong sehingga tujuan luhur tadi dijual dengan murah untuk mendapatkan kesenangan sesaat. Akhirnya perkara-perkara sepele menjadi semakin penting dan melalaikan manusia pada Tuhannya.

Tragedi berikutnya adalah kekosongan jiwa yang melemahkan kesadaran akan tujuan kehadiran manusia di muka bumi. Karena terombang ambing maka banyak manusia yang memunculkan identitas diri sendiri dengan berbagai cara yang dianggap benar karena telah berhasil mempesona manusia lainnya. Mereka berpenampilan ekslusif, konsumtif, dan suka bermewah-mewah karena dianggap itu akan meninggikan jati diri mereka. Selai itu, kebahagian coba dicari melalui obat-obat terlarang dan narkotik serta kehidupan bebas, tanpa menyadari bahwa semua itu bersama materialisme dan hedonisme hanya akan mendorong mereka kepada keserakahan dan perilaku hewani yang akan menghinakan diri mereka menjadi serendah-rendahnya manusia. (more…)

Read Full Post »

pucuk rebungRancang Bangun Dinamika Puak Melayu Nan Tak Meminggirkan

Tulisan ini dibuat sebagai bahan paparan pada acara Sembang Petang yang diadakan oleh Lembaga Adat Melayu Riau tanggal 29 Agustus 2013 di Pekanbaru. Sebuah pemikiran untuk meneroka pembangunan Provinsi Riau ke depan melalui pendekatan spatial dan rancang bangun mikro guna pemberdayaan puak Melayu tempatan dibawah pimpinan formal daerah.

Read Full Post »

ImageHari ini kita memang harus sangat waspada dan ekstra hati-hati untuk memilih dan memilah berita serta opini karena sangat baur antara yang hak dan bathil. Sudah jadi rahasia umum, sangat mungkin dan sudah seringkali terjadi manipulasi berita dan informasi untuk kepentingan tertentu, khususnya yang menguntungkan pengendali media.  Sejak skala lingkungan sekeliling kita sampai antar-bangsa, makin kabur mana lawan dan lawan dan perang ideologi makin menjadi multi-front.

Orang yang membela hak disebut teroris, yang jelas2 menindas atau berlaku kejam secara sistematis bisa dianggap untuk membela diri. Penegakan akidah yang tak bisa menghindarkan konflik fisik di suatu negara atau kawasan dieliminir melalui opini global yang sesat menjadi pemberontakan atau konflik internal setempat. Penghancuran kemanusiaan menjadi hanya sebatas tontonan yang mengharukan namun terus dibiarkan. Orang yang mestinya bisa berbuat banyak menjadi berangku tangan karena takut kehilangan kemegahan diri di mata manusia atau gamang bila lepas kekuasaan duniawinya.

Adu domba dan fitnah menjadi-jadi dan terjadi dengan sesama atau yang sebenarnya dalam satu kelompok dengan sedikit perbedaan khilafiyah. Banyak pula yang menyembunyikan dari siapa dia sebenarnya dan dengan berani tampil seperti teman padahal mereka punyatujuan jahat atau kelompok munafik. Acuan2 prinsipil makin diperlemah memakai alasan kebebasan (liberalisme) dan hak asasi manusia (HAM), sementara di belakang mereka lah yang tidak menghargai HAM dan ingin menjadi manusia yang bebas dari kewajiban terhadap Sang Pencipta yang menjurus ke atheis. Sungguh dahsyat pembelokan yang sudah terjadi hari ini.

Beruntunglah yang masih ingat dan patuh pada Allah Swt dan RasulNya dan akan sangat merugilah mereka yang telah memperdagangkan keburukan dengan kebenaran karena Allah Maha Mengetahui. Wallahualam, kita sudah masuk ke akhir zaman atau berada pada lingkungan kehidupan yang penuh dengan fitnah. Apapun, agar tetap selamat dunia dan akhirat, maka:

1) Tetaplah berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah/hadits Rasulullah SAW. Perkuat akidah dengan berpegang teguh pada “tali” Allah dan tetap berada dalam koridor tauladan RasulNya;

2) Perkuat silaturrahim dengan sesama saudara seiman, fahami dan sikapi dengan baik serta positif perbedaan2 khilafiyah atau yang tidak mendasar;

3) Perkuatlah diri dengan ilmu, perbanyak amal ibadah, dan ikhlaskan diri berkorban membantu saudara2 yang memerlukan bantuan;

4) Tetap bekerja keras dan rajin agar mandiri dan bisa banyak membelanjakan harta di jalan Allah sebagai tabungan akhirat;

5) Pandai2 lah membaca mana kawan mana lawan; lihatlah siapa pihak yang seseorang bantu atau dengan siapa ia bekerjasama.

Link di bawah ini sebuah contoh bagaimana kita bisa bingung membaca berita: bila benar, kok otoritas (militer) Mesir bekerjasama dengan Israel yang sudah jelas dan diketahui sebagai musuh orang2 beriman yang sedang membela hak mereka.http://www.haaretz.com/news/diplomacy-defense/.premium-1.540699   Egyptian officials: Israeli drone strikes Sinai rocket-launching site, kills five – Diplomacy &… www.haaretz.com Drone strike reportedly in cooperation with Egyptian authorities; Palestinian news agency reports Israeli army ordered Eilat airport to close briefly Thursday after Egypt warned of terror attack.

Read Full Post »