Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2014

Tentang kapan kita mulai puasa Ramadhan tahun mqdefault2014 ini, dari penjelasan Ustadz Abdul Somad Lc MA pada Kajian Hadits Kamis 26 Juni 2014 ba’da Isya di Masjid Al-Falah Darul Muttaqin, Jl Sumatera, Pekanbaru, kurang lebih dapat disampaikan sebagai berikut.

Diperkirakan kita memang akan puasa Ahad 29 Juni. Menurut hadits yg diacu beliau, bila ada yg melihat hilal (bulan yg baru terbit, biasa disebut anak bulan) walaupun satu orang dengan bersumpah maka penguasa harus mengumumkan awal puasa. Sebagai masyarakat kita wajib mematuhi ketentuan pemerintah ini. Namun bila hilal tdk nampak atau ada awan/kabut sehingga hilal tidak nampak maka cukupkan bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Bagaimana dgn cara hisab? Hisab bisa saja dipakai tapi kesepakatan para ulama di banyak negara, khususnya di Asia Tenggara, hilal dari hisab bisa dipakai bila tinggi hilal minimal 2 derajat krn dgn tinggi itu secara bersamaan akan bisa dilihat mata atau dengan bantuan alat (sekalian sudah wujudul hilal dan wujudul rukyah).

Menurut hasil hitungan, tadi sore tinggi hilal memang masih kurang 2 derajat. Krn itu pemerintah menyatakan puasa belum hari Sabtu tapi Ahad. Yg mulai puasa besok adalah yg ikut prinsip cukup dengan wujudul hilal krn ilmu hisab itu ilmu pasti sehingga rukyah hanya untuk membuktikannya saja. Sementara kemampuan indera manusia jelas terbatas.

Yang repotnya nanti, bila akhir Ramadhan hilal juga telat. Yang mulai puasa hari Ahad, saat itu baru hari ke 29 sementara yg mulai puasa hari Sabtu itu sdh hari ke 30. Walau hilal belum nampak, kelompok Sabtu tdk mungkin besoknya meneruskan puasa krn akan jadi 31 hari yg tdk dikenal dalam bulan Qamariah (kalender hitungan bulan). Selain itu semestinya itu jadi 1 Syawal mereka yg mana pada hari itu diharamkan pula puasa. Namun diantaranya mereka yang demikian ada yang tdk puasa tapi tdk pula hari raya. Entah hari apalah namanya itu!

Jadi walaupun masing2 pihak punya alasan ttg ini, sebaiknya kita ikut wujudul rukyah yang tangungjawabnya memang ada pada pemerintah. Akan tetapi, bila ada perbedaan, mari kita berlapang-lapang dada saja terhadap masing2 ijtihad. Benar dapat 2 kebaikan, salah pun masih dapat 1 kebaikan. Yg payah adalah yg tak mulai2 puasa, baik Sabtu maupun Ahad.

Advertisements

Read Full Post »