Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2017

Sarjana Godok

godok batinta

Sebetulnya, nama kue yang popular di Sumatera bagian tengah ini pun cukup sulit mestinya ditulis godo’ karena bunyi ujungnya seperti suku kata dengan huruf hamzah mati  dalam Bahasa Arab. Untuk memudahkan kita tuliskan saja seperti judul diatas yang mungkin tidak pas untuk orang-orang di bagian lain nusantara ini.

Kue ini entah apa disebutnya di tempat lain; entah ada entah tidak pula di mancanegara.  Ia terbuat dari parutan ketela atau hancuran pisang dengan campuran bahan lain lalu berbentuk bulat dan dilumuri gula.  Entah bagaimana pula mulanya kok godok berkonotasi makanan murahan dan kalau anak sekolah  dapat ponten nol maka disebut dia dapat godok.

Tak disangka, dua hari lalu dapat kisah unik tentang godok ini dari seseorang yang luar biasa.  Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah relatif senior, beliau cukup berilmu secara teknis dan profesional namun menjaga idealisme pribadinya. Beliau dikenal sebagai orang yang menolak jabatan dan lebih memilih tugas fungsional serta jadi dosen di luar jam dinas.

Suatu kali, seorang mahasiswa bimbingannya datang menjumpainya ke rumah dengan keluhan tidak dapat menemukan literatur tentang tugas akhirnya.  Sang Dosen hanya meminta mahasiswa itu menulis kata “godok” di catatannya dan menyuruhnya pulang.  Si Mahasiswa masih kebingungan ketika diantar keluar rumah dan sampai di pintu pagar sang Dosen berkata: ”Coba kamu cari kata itu dengan Google dan nanti ceritakan hasilnya pada saya…!”

Beberapa hari kemudian si Mahasiswa datang menjumpai sang Dosen dan menyampaikan apa yang dijumpainya. Ia menjelaskan apa itu godok dan berbagai variasinya. Ia juga menjelaskan makna selain makanan, sesuai dengan pemahaman di lingkungan lain.

Ketika si Mahasiswa sedang puas telah menyampaikan hasil googling itu, sang Dosen menjelaskan bahwa pada zaman sekarang sekedar godok yang mungkin kita anggap sepele saja masih bisa kita dapat infonya dengan mudah dan banyak dari internet.  Apatah lagi materi tentang tugas akhirnya yang merupakan satu bahasan keilmuan, pasti sudah bertaburan literature tentangnya.  Bahkan itu sudah banyak dibicarakan orang sebelum ada Google.  Lalu sang Dosen kembali menyuruh si Mahasiswa pulang.

Singkat cerita, si Mahasiswa akhirnya berhasil menyelesaikan studinya.  Namun sang Dosen tidak pula menceritakan bagaimana si mahasiswa itu mendapatkan berbagai literatur yang diperlukannya tapi tentu bukan untuk mendapatkan gelar Sarjana Google atau Sarjana Godok.

(sumber foto: http://dapurummumusasyi.blogspot.co.id/2013/02/gogok-batinta-pr-da-feb-2013.html)

Advertisements

Read Full Post »