Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘religius’ Category

bersyukur-kepada-allahBeribu tahun silam, ketika alam berbalut kelam

Ketika adab masih merayap

Manusia tak kenal Penciptanya

Pagan jadi pegangan

Mistik dan syirik menyelisik

Yang maya direka-reka

Sang surya jadi dewa

Berhala didaulat pemberi rahmat

Gunung dan lembah disembah

Jembalang dijadikan penerang

Para tiran mengaku tuhan

Para Nabi dibenci

Nubuwah dibantah

Ajaran suci dimanipulasi

Sang Pesuruh bahkan dibunuh

Hidup sebatas redup

Yang kuat mengikat, yang lemah menyerah

Lambang-lambang berkembang

Pikir mengecil kerdil

Akal budi berpayah dalam jahiliyah…

Lebih seribu empat ratus tahun lalu

Datanglah Rasulullah utusan Allah

Tauladan pembaharu pengemban wahyu

MengEsakan yang disekutukan

Berhala yang dituhankan diruntuhkan

Segala syirik dikerik

Yang keliru diberitahu, yang salah diberi risalah

Yang taubat jadi sahabat, yang tertindas jadi bebas

Yang gelap jadi mengkilap, yang kurang jadi benderang

Yang tak pandai mencari jadi pemberi

Dari Timur sampai Maghribi

Tanpa peduli kulit melilit

Satu akidah menyembah Allah

Apa yang kita temui hari ini?

Ajaran iman atau warisan pagan?

Atau keduanya lentur tercampur?

Hanya Al-Furqan dapat membedakan

Bersama hadits yang kan mengikis

Agar kita tetap dalam ma’rifat

Ya Allah, berilah kami maghfirah

Kami dhoif dan penuh khilaf

Mohon ridhoMu membuka pintu Jannah.

Read Full Post »

Lost Generation adalah istilah untuk menggambarkan suatu kelompok manusia dengan rentang usia tertentu yang kurangmampu akibat pengalaman generasinya.  Pertama kali dipopulerkan oleh Ernest Hemingway, istilah ini berasal dari seorang pemilik bengkel di Paris yang jengkel pada mekaniknya yang tidak mampu memperbaiki dengan baik mobil seorang pelanggan.  Sang mekanik adalah seorang yang baru kembali dari perang yang lama sehingga tidak mempunyai kemampuan yang cukup.

Mulanya istilah ini untuk menyebutkan generasi penulis Amerika dari tahun 1920an karena waktu itu akibat Perang Dunia I banyak pemuda yang telah tercerabut dari akar budaya dan tidak mampu untuk masuk kembali ke dalam masyarakat.  Perang telah menghancurkan sistem nilai masyarakat dan para pemuda yang dikirim perang banyak yang mati atau kembali pulang dengan cacat fisik, dan atau mental.  Nilai-nilai tentang kebaikan dan kebenaran yang sebelum perang memberi mereka harapan, tidak lagi berlaku lagi sehingga mereka kehilangan jati diri. (more…)

Read Full Post »

P u a s a

Puasa adalah menahan diri dari sesuatu perbuatan.  Sebagai ibadah bermakna tidak makan, minum, dan melakukan berbagai perbuatan yang membatalkan sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari.  Sebagaimana diwajibkan pada orang-orang terdahulu, puasa wajib di bulan Ramadhan, yaitu bulan ke delapan dalam kalender Islam yang tahun ini secara hisab (hitungan astronomis) Insya Allah akan mulai tanggal 1 Agustus nanti.

Ramadhan adalah bulan mulia; penghulu dari segala bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan terhindar dari murka Allah Swt.  Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.  Karena itu Ramadhan sangat kita tunggu-tunggu dengan gembira dan kita akan merasa sedih ketika berpisah nanti, kawatir jika usia kita tidak sampai ke Ramadhan depan. (more…)

Read Full Post »

Nishfu Sya’ban adalah hari pertengahan bulan atau tanggal 15 bulan Sya’ban, bulan ke delapan pada kalender Islam.   Sya’ban berasal dari akar kata yang artinya bercabang-cabang dan mengandung makna demikian banyaknya pahala dan kebaikan yang diberikan dalam salah satu bulan mulia ini.  Karena itu dalam bulan Sya’ban sangat dianjurkan untuk melipatgandakan kebaikan dan amal ibadah.

Dalam bulan Sya’ban banyak masyarakat kita melakukan ritual khusus atau perayaan yang dikaitkan dengan keistimewaan bulan ini, termasuk pada malam atau siang Nishfu Sya’ban yang tahun ini jatuh pada hari Ahad tanggal 17 Juli.  Di lain pihak, terdapat perbedaan pendapat dari para ulama tentang amalan-amalan khusus dalam bulan Sya’ban seperti membaca surat Yasin berjamaah tiga kali, sholat sunat 100 rakaat, dan makan-makan karena hadits-hadits yang mendasarinya dinilai dho’if sehingga berbagai ritual atau perayaan itu dianggap bid’ah. (more…)

Read Full Post »

(tulisan saya yang telah dimuat di Kompasiana)

Suatu bekas yang merebahkan tanaman padi dengan pola teratur di tengah sawah yang disebut crop cirle telah terjadi tanggal 23 Januari lalu sekitar jam 17.00 di desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY. Bekas yang menimbulkan heboh masyarakat ini pernah pula terjadi pada tahun 1980an di sebuah ladang jagung di Pacitan. Melihat polanya yang rumit dan teratur, crop circle ini dikaitkan dengan kehadiranUnidentified Flying Object (UFO) atau benda asing dari makhluk lain luar angkasa (alien) sehingga menimbulkan kehebohan.

Meskipun sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya, berbagai ahli asing dan kita sependapat bahwa itu bukan akibat dari pendaratan pesawat UFO. Dari berbagai laporan kejadian di luar negeri diyakini bahwa itu ada yang terjadi karena angin dan bahkan ada hasil kerja manusia sebagaimana yang terjadi di Inggeris. Pada tahun 1991, Doug Bower dan Dave Chorley mengaku telah membuat crop cirlcedi tengah sebuah ladang agar orang mengira bahwa alien atau UFO telah mendarat di situ. Mereka dapat mencontohkan pembuatan crop circle itu hanya dalam beberapa waktu sebagai karya seni, komersial, maupun hanya lelucon kreatif. Hal ini lalu dikatakan oleh kolumnis Benjamin Radford sebagai salah satu kebohongan terbesar di dunia (2009). (more…)

Read Full Post »

Doa ‘Abid dan ‘Ibad

(Dari kuliah tafsir DR Musthapa Umar 18 Jan 2011 di Masjid Agung AnNur, sudah dimuat di Note akaun FB saya)

Dalam AlQuran manusia disebut sebagai hamba Allah yang dalam bahasa Arab dipakai kata ‘abid dan ‘ibad.

‘Abid artinya ciptaan yang sepenuhnya dikuasai Allah namun belum tahu ia patuh pada penguasanya itu. Mengacu pada Surat AlBaqarah ayat 186, ‘Ibad adalah hamba yang juga dikuasai oleh Allah tapi ia mematuhi perintah (beribadah) dan larangan Allah dengan senang hati berdasarkan iman. Karena itu ‘Ibad dekat dengan Allah yang ditandai dengan limpahan Rahman dan RahimNya serta dikabulkanNya doanya karena ia beriman, menjawab seruan, beribadah, dan yakin pada Allah akan mengabulkan doanya.

Bgmn jika kita berdoa utk minta atau inginkan sesuatu tapi tidak terjadi? Apakah Allah tidak mengabulkan doa kita? Utk itu kita harus memahami arti berdoa.

Bagaimana jika seorang ‘abid atau orang kafir atau ingkar yang berdoa dengan cara mereka sendiri? Doa mereka tidak akan dikabulkan karena mereka sesungguhnya dengan kekufurannya tidak dekat pada Allah.

Kalau secara lahiriah nampak mereka berhasil mendapatkan keinginannya, bukan berarti itu karena doa mereka dikabulkan. Keinginanan2 duniawi itu memang dimudahkan dan dibukakan Allah bagi mereka untuk lebih membuat mereka lalai dan makin tenggelam dalam kekufuran dan tidak beriman pada Allah, sampai suatu ketika diambil secara tidak mereka sangka2. Saat itu lah mereka terhenyak dan tidak sempat lagi menghindar dari keruntuhan sebagaimana yg sudah ditunjukkan pada umat2 terdahulu yang dimusnahkan karena kekufuran mereka.

Perlu difahami, sebenarnya tujuan kita berdoa adalah minta kebaikan kepada Allah sebagai bagian dari ibadah kepadaNya. Allah akan memberikan yg Dia ketahui terbaik untuk kita. Misalnya seorang yg sakit minta disehatkan tapi mungkin tambah parah atau mati.

Sesungguhnya Allah bisa menunda atau telah mengabulkan permintaaannya akan kebaikan karena mungkin sehat lebih buruk baginya; bisa jadi dia akan bertambah banyak dosa dan tidak mendapat ampunan jika sehat. Jangan dikira apa yg kita suka adalah baik buat kita, yg kita tak suka adalah buruk buat kita karena sebenarnya itu lah rahasia atau hikmah dari Allah buat kita.

Yang pasti Allah dekat dengan hambaNya yang beriman dan beramal shaleh (‘Ibad) dan akan mengabulkan kebaikan yang dimintanya. Semoga kita masuk dalam kelompok ‘Abid dan hikmah doa sebagai menambah iman kita.

Read Full Post »

Belajar dari Lutut Ayam?

Lutut adalah suatu organ penting kita, juga bagi binatang yang memilikinya di kaki.   Lutut jarang jadi perhatian kecuali fungsinya sebagai engsel kaki terganggu, bisa karena aus atau cedera.  Pada Sabtu long weekend ini, saya mendapat pencerahan baru dari kultum (kuliah tujuh menit) sehabis sholat subuh yang berangkat dari perihal lutut ini sehingga rasanya sayang jika kita tidak berbagi kandungan isinya.

Kultum di Masjid Jabal Rahmah, Bojong Koneng, Bandung ini disampaikan bukan oleh ulama atau ahli agama tapi oleh seorang jamaah yang memang sudah diatur secara bergantian dan sukarela.  Meskipun isinya bukan suatu pelajaran agama yang mendalam berdasarkan dalil-dalil yang lengkap tapi tetap sarat nilai-nilai asasi dan humanistik berdasarkankan pengalaman nyata (true story) dari jamaah pemberi kultum tersebut.  Ada dua topik yang  disampaikannya yang Insya Allah berguna buat kita semua: pertama tentang lutut dan kedua adalah aspek spiritual dalam berusaha.

Pada tulisan ini, pertama akan disampaikan kutipan cerita si pemberi kultum itu tentang mimpi seorang temannya (yang kita namakan saja Hidayatullah) sebelum menjadi muallaf.  Suatu malam Hidayatullah mimpi berjumpa dan bercakap-cakap dengan seekor ayam yang dialognya kurang lebih sebagai berikut.

“Hidayatullah, apakah kamu tidak pernah membaca?”

“Membaca apa?”

“Membaca ayat yang ada di lututmu itu,”

“Di lututku? Tidak ada tulisan apapun disitu. Apa maksudmu?”

“Kamu tahu kan beda lutut kita? Sang pencipta meletakkan lutut saya di sebelah belakang, kamu di depan.  Lututku di belakang karena tugasku untuk mengeram.  Lutut mu di bagian depan karena tugasmu adalah untuk rukuk dan bersujud….!”

Hidayatullah lama merenungkan mimpinya itu.  Dia berfikir terus sampai mengarah pada agama atau kepercayaan apa yang memerintahkan manusia untuk rukuk dan sujud.  Atas hidayah Nya, akhirnya dia menjadi muallaf dan alhamdulillah terus menjalankan syariat agama dengan baik sampai hari ini.

Hal kedua adalah pengalaman langsung dari jamaah pemberi kultum itu dalam menjalankan tugasnya memimpin sebuah cabang perusahaan yang operasinya mencakup antara lain wilayah Jabar dan Jateng.  Tahun 2007, cabang yang dipimpinnya itu tidak mencapai kinerja yang ditargetkan sehingga pada tahun berikutnya harus melakukan banyak perubahan, dan terobosan sebagai upaya khusus.  Olehnya, selain upaya khusus itu, pada setiap kali rapat, pertemuan, atau melakukan pekerjaan bersama, dibiasakan memulai dengan doa.  Segala keinginan itu ternyata dapat tercapai dan bahkan melebihi target yang direncanakan sehingga perusahaan memberikan bonus kepada para pegawai.

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »